Sering kali dalam hidup, kita akan menemukan kesulitan demi kesulitan yang terasa tidak pernah habis. Kesulitan atau masalah tersebut jika kita telusuri sering disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Dalam segala aspek kehidupan kesulitan atau masalah bisa terjadi. Dalam hubungan keluarga, teman, dunia kerja, dan sebagainya.
Pada dasarnya setiap manusia adalah makhluk yang memiliki pemikiran dan ego masing-masing. Sehingga, tidak sedikit, masalah sebenarnya terjadi karena faktor internal dalam diri manusia. Misalnya dalam keluarga, kegiatan merencanakan liburan pun bisa menjadi masalah jika misalnya tidak ada yang mau mengalah dalam berpendapat.
Komunikasi adalah jawaban dari banyak masalah yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan kita. Bahkan dalam menyelesaikan masalah yang disebabkan faktor eksternal pun, komunikasi akan menjadi faktor penting. Contohnya, pada waktu ada kebakaran, pohon tumbang atau tanah longsor, bayangkan kalau tiap orang hanya bekerja sendiri atau tidak mau mengalah. Maka bencana tersebut tidak akan terselesaikan. Mari kita lihat contoh sederhana berikut ini, tentang bagaimana berkomunikasi.
Meskipun judul film tersebut adalah “Amazing Truck Driving Skill”, namun yang saya jumpai adalah kemampuan berkomunikasi yang hebat antar dua sopir. Jalan tersebut bahkan sangat sulit untuk dilewati salah satu dari mereka. Namun mereka dapat melewatinya bersama-sama. Ini adalah contoh yang nyata tentang bagaimana dua orang yang bahkan tidak saling berkoordinasi (berbicara satu dengan yang lain) namun dapat menyelesaikan masalah.
Yang mereka lakukan adalah menganalisa masalah yang ada dan saling menebak apa yang pihak lain akan lakukan. Itulah komunikasi. Komunikasi bukan tentang bagaimana kita berbicara atau mengeluarkan apa yang ada di pikiran kita sehingga orang tersebut dapat memahami kita. Tetapi komunikasi justru adalah tentang bagaimana seseorang mencoba memahami apa yang ada di pikiran orang lain.
Jika kita bisa mempraktekkan hal ini, maka tidak ada satupun masalah yang terlalu sulit di dunia ini. Mendengar suara orang lain lebih penting daripada ingin didengarkan. Jika kedua belah pihak hanya ingin didengarkan, maka hasilnya tidak akan bagus. Jika kedua belah pihak mencoba mendengarkan lawan bicaranya, maka harmoni terjadi.








