Salah satu pilihan paling sulit dalam hidup ini adalah menentukan profesi kita. Profesi tidak berbicara hanya mengenai apa pekerjaan kita. Namun, profesi kita akan menentukan pekerjaan kita. Itulah mengapa ada banyak orang dengan mudahnya pindah pekerjaan, karena sebenarnya dia sendiri bingung apa profesinya dan untuk apa dia bekerja. Akhirnya ia terjebak pada pilihan paling gampang yaitu bekerja untuk mendapat uang.
Tidak ada yang salah dengan mendapatkan uang sebagai timbal balik pekerjaan kita, namun jika itu adalah alasan mengapa kita bekerja, maka kebanyakan kita akan merasa stress dengan pekerjaan kita. Itulah mengapa ada banyak orang menganjurkan untuk mencari pekerjaan yang berhubungan dengan sesuatu memang kita senangi, apakah itu bidang pekerjaannya atau jenis pekerjaan yang dilakukan. Tapi sebenarnya pekerjaan terbaik kita adalah profesi kita.
Jika memilih profesi adalah hal yang sangat penting, maka kita perlu tahu apa itu profesi. Menurut kamus Merriam-Webster, profesi adalah sebagai berikut:
1: the act of taking the vows of a religious community2: an act of openly declaring or publicly claiming a belief, faith, or opinion : protestation3: an avowed religious faith4a : a calling requiring specialized knowledge and often long and intensive academic preparation4b : a principal calling, vocation, or employment4c : the whole body of persons engaged in a calling
Jadi ada 3 makna penting yang harus terjadi dalam profesi, yaitu:
- Profesi berkaitan erat dengan keseharian atau kesibukan kita (poin 4a, 4b). Di sinilah letak pekerjaan dalam profesi kita. Pekerjaan kita bukan profesi kita, tetapi profesi kita biasanya berkaitan erat dengan pekerjaan kita. Itulah salah satu poin yang Rene Suhardono katakan dalam bukunya ‘Your Job Is Not Your Career‘.
- Profesi berkaitan erat dengan sisi spiritual dalam kehidupan kita (poin 1, 3, 4c). Inilah yang Rasul Paulus sering katakan dalam surat-suratnya tentang profesinya yang sebenarnya. Hal ini dapat kita jumpai misalnya di 1 Timotius 2:7 yang berkata, “Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul–yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta–dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.”
- Kita semua memiliki tugas untuk memberitakan tentang injil Kerajaan, injil yang juga diberitakan oleh Yesus. Injil kerajaan tidak berbicara tentang keselamatan saja. Keselamatan yang dianugerahkan kepada kita hanyalah awal bagi kehidupan kerajaan Allah dalam diri kita.
- Seluruh tokoh dalam Perjanjian Baru tidak pernah berfokus untuk memberitakan keselamatan, tetapi berfokus untuk memberitakan kerajaan Allah. Mereka berkata, “Bertobatlah karena kerajaan Allah sudah dekat.” Pertobatan kita bukan ditujukan agar kita selamat (itu adalah mutlak jika kita merujuk pada arti keselamatan yang sebenarnya). Maksud pertobatan adalah agar kerajaan Allah dapat merasuk dalam kehidupan kita. Yesus sendiri mengajarkan dalam doa Bapa Kami yang merupakan doa sehari-hari (setiap hari harus kita lakukan), yaitu “Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu, di bumi seperti di Surga.”
- Profesi kita yang sejati seharusnya juga adalah untuk memberitakan kerajaan Allah di muka bumi. Apa yang Rasul Paulus katakan mengenai hal ini? Dalam 1 Timotius 2, setidaknya ada 3 poin utama yaitu, doa sebagai dasar dari segalanya (Yesus sendiri mengajarkan dalam Lukas 10:2 bahwa langkah pertama untuk memberitakan injil adalah meminta kepada yang empunya tuaian, yaitu dengan berdoa). Kedua beritakanlah injil. Ketiga, beritahu prakteknya. 1 Timotius 2:7 (versi Message) berkata bahwa Rasul Paulus mengajar dalam iman yang sederhana / simple faith dan praktek kebenaran yang jelas / plain truth). Teladan kita adalah jalan paling efektif untuk mengajar dan memberitakan injil. Itulah mengapa di pasal selanjutnya (1 Timotius 4, terutama ayat 12) Rasul Paulus sangat mendorong Timotius untuk menjadi teladan.
- Profesi berarti apa yang kita ingin orang kenal dari diri kita (poin 2). Profesi berasal dari kata profess yang berarti menyatakan. Hal ini berarti adalah membuat orang lain tahu terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Misalnya kita memendam perasaan cinta kepada seseorang. Waktu kita menyatakan cinta kita, maka kita dikatakan sedang profess. Jadi, profesi adalah aktivitas untuk menyatakan diri kita secara terus menerus.
- Jika merujuk kepada sisi spiritual kita, profesi berarti membuat orang lain untuk mengenal kerajaan Allah.
- Tetapi profesi juga untuk membuat orang lain mengenal siapa diri kita. Itulah mengapa kita tidak mungkin punya 2 profesi. Mungkin kita akan memiliki lebih dari pekerjaan, satu yang utama, sisanya adalah pekerjaan sampingan.
- Kemungkinan besar, pekerjaan utama kita inilah yang berkaitan dengan profesi kita. Sehingga seharusnya kita tidak perlu merasa kuatir atau cemas kalau pekerjaaan sampingan kita tidak terlalu maksimal. Tetapi kita harus mengevaluasi besar-besaran diri kita jika ternyata kita tidak maksimal dalam pekerjaan utama kita.
- Apa parameter bahwa kita sudah maksimal dalam pekerjaan? Dalam poin 4a dari penjelasan Merriam-Webster, profesi berbicara tentang keahlian kita. Menjadi seseorang yang ahli dalam bidang tertentu artinya bahwa kita adalah teladan / sokoguru / rujukan bagi orang lain mengenai bidang itu. Jika orang ingin belajar atau mengenal lebih dalam tentang bidang itu, maka kita adalah orang paling tepat untuk menjelaskan. Dengan kata lain, profesi adalah personal branding kita
Lalu apa profesi apa yang cocok buat diri kita? Jika ada petunjuk yang paling jelas mengenai hal ini, jawabannya adalah sesuatu yang kita senangi, yang akan kita lakukan dengan senang hati meskipun tidak dibayar (bahkan mungkin kita akan rela untuk membayar asal kita mampu untuk melakukannya) serta yang memberikan kepuasan batin tertinggi dalam hidup kita. Poin terakhir sangat penting karena jika tidak disertakan maka akan banyak orang memilih menjadi seorang Gamer karena memang hampir semua orang suka bermain.
Jadilah ahli dalam bidang dimana profesi kita berada. Karena hanya itulah cara untuk menghadirkan kerajaan Allah di muka bumi ini. Menghadirkan kerajaan Allah tidak berbicara tentang membuat gereja atau berkotbah saja. Itu hanyalah bagian kecil. Justru yang terutama adalah bahwa bumi ini harus dikuasai (perintah pertama Allah kepada manusia adalah untuk berkuasa / Kejadian 1:26-28). Hanya orang-orang yang memiliki keahlianlah yang bisa berkuasa. Tidak ada orang yang biasa-biasa yang bisa berkuasa. Jadilah ahli dalam bidang kita.
Dunia ini sangat menghargai dan menjunjung tinggi profesionalitas. Namun, tahukah kita bahwa profesionalitas selalu diukur atas dua hal, yaitu seberapa tinggi skill kita dalam memberikan layanan kepada seseorang dan seberapa bagus karakter atau mentalitas kita dalam melayani orang lain. Hanya orang yang profesional yang akan mampu berkuasa. Jadilah orang yang mahir dalam skill kita dan dalam karakter kita.
(Gambar dari berbagai sumber)









