Kalimat ini mungkin sudah pernah kita dengar. “Life Is A Game” sering menjadi tagline dari suatu film atau software game terbaru. Bisa jadi anda termasuk yang setuju atau yang tidak setuju. Mari kita bahas beberapa hal yang menarik waktu membandingkan hidup kita dengan permainan-permainan yang kita jalani.
- Apapun permainannya, tujuan orang bermain seharusnya adalah untuk menikmati permainan tersebut. Saat ini ada sebagian orang yang bermain sebagai profesi atau mengejar gengsi. Bagi saya, jika saya tidak bisa menikmati permainan tersebut, saya tidak akan menginstallnya atau akan cepat-cepat menghapusnya. Mungkin ini alasan mengapa saya sering menginstall permainan di smartphone untuk kemudian saya hapus. Begitu juga seharusnya kehidupan harus mampu dinikmati oleh setiap orang dan bukan menjadi ajang pencarian gengsi bagi ego pribadi.
- Sayangnya ada perbedaan mendasar dari semua permainan yang tidak dimiliki oleh kehidupan, yaitu tidak ada tombol ‘reset‘. Itulah mengapa selain menikmati kehidupan, kita tidak boleh lupa untuk menjalani kehidupan kita dengan sebaik mungkin.
- Tuhan memerintahkan kita untuk menjadi sempurna (Matius 5:48). Artinya kita tidak boleh main-main dengan hidup kita. Manusia adalah subyek perubahan, hidup kita besok harus lebih baik dari hari ini. Roma 12:1-2 berkata bahwa mengubah pola pikir kita adalah ibadah kita yang sejati.
- Kunci perubahan adalah kerendahan hati. Itulah mengapa orang yang lemah lembut akan memiliki bumi (Matius 5:5), karena hanya orang yang lemah lembut yang mampu berubah menjadi maksimal (sukses).
- Meskipun tidak ada tombol reset, dalam kehidupan kita tetap bisa memperbaiki kegagalan kita dengan kebangkitan kita. Dalam kehidupan, kita tidak bisa menggunakan sisi perfeksionis kita karena pada dasarnya tidak ada hidup yang sempurna (tanpa ada kegagalan). Justru kegagalan itu harus menjadi batu pijakan untuk kita bisa melangkah lebih jauh.
- Kunci sukses dari memenangkan suatu permainan selalu sama. Makin sering bermain, maka makin besar peluang untuk sukses. Saya pikir semua game didesain seperti itu. Namun sayangnya tidak semua orang ‘memainkan permainan kehidupan’ mereka. Beberapa di antaranya memilih untuk lari dari kenyataan. Mereka memilih untuk menuntut pengertian dari orang lain daripada berubah. Hal ini membuat mereka tidak pernah berlatih untuk menjalani kehidupan mereka dan membuat mereka jauh dari kesuksesan hidup yang mereka inginkan.
- Saat jengkel, misalnya waktu bermain Flappy Bird (untungnya saya tidak) orang bisa tidak mempedulikan cara bermainnya. Misalnya ia bisa dengan sengaja menabrakkan diri atau kalah dalam permainan. Dalam hidup, ada konsep yang bernama “bermain cantik”. Salah satu buku yang pernah saya baca adalah “Permainan Cantik” dari Ps. Jeffrey Rachmat. Orang yang ahli akan memainkan dengan cantik. Artinya kita harus tahu tips dan trik bagaimana cara memainkannya. Tips tersebut dapat kita dapatkan melalui perenungan (cara lambat) atau melalui diskusi dengan orang lain (biasanya yang lebih dewasa; cara cepat).
- Bermain adalah salah satu kebutuhan paling utama dari pria. Berbeda dengan wanita, berfantasi adalah hal natural yang pria lakukan. Itulah mengapa seks dan bermain menjadi kebutuhan utama, terkait dominannya pengaruh porsi otak depan yang berhubungan dengan visualisasi dan fantasi. Hidup kita juga memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang juga harus dipenuhi. Jika dikaitkan dengan permainan dengan genre RPG (Role Playing Game), biasanya game ini memiliki status-status dan skill-skill yang harus diupgrade seiring dengan naiknya experience mereka. Ada game yang didesain untuk membuat pemain mampu memilih skill apa yang ingin mereka upgrade. Dalam hidup kita setidaknya ada 6 area yang perlu kita perhatikan:
- Kerohanian dan etika. Karena manusia adalah roh yang tinggal di dalam tubuh maka sudah seharusnya ia memiliki spiritualitas yang tinggi. Tanpa spiritualitas yang tinggi, seseorang mustahil meraih kesuksesan. Bayangkan seorang yang kaya raya karena korupsi, tentunya kita tidak dapat mengatakan bahwa ia sukses bukan?
- Pendidikan dan mental. Faktor ini terkait dengan unsur jiwa dalam diri manusia. Mentalitas seringkali menjadi faktor penentu keberhasilan, misalnya masalah kepercayaan diri, mental pemenang, mental penyelesai, dan sebagainya. Hal ini terkait dengan pendidikan apa yang ia dapatkan.
- Fisik dan kesehatan. Untuk meningkatkan skill di bidang ini, ada 3 pilar yang perlu kita perhatikan, yaitu makan, olahraga dan istirahat yang cukup, teratur dan seimbang.
- Keluarga. “Wanita di balik kesuksesan seorang pria”. Kalimat tersebut pasti sering kita dengar. Keluarga bukan tidak sering menjadi faktor yang membuat kehidupan seseorang menjadi berantakan.
- Karier dan keuangan. Prinsip-prinsip yang perlu kita perhatikan dalam bidang keuangan melingkupi mengatur / mengelola, memberi dan menginvestasikan.
- Sosial / hubungan. Penelitian membuktikan bahwa hubungan adalah faktor penentu kesuksesan. Hampir semua kesempatan yang muncul dalam kehidupan adalah melalui hubungan-hubungan yang kita bangun. Jangan remehkan hubungan yang kita miliki.
Mungkin masih ada pelajaran lain tentang kehidupan yang mampu kita petik dari sebuah permainan. Bagi saya pribadi “Hidup adalah Permainan Yang Serius”. Ya, hidup harus mampu kita nikmati karena memang itulah yang Tuhan inginkan. Namun, Tuhan memiliki tujuan yang besar dalam kehidupan ini sehingga jika kita bermain-main saja, maka kesuksesan kita dalam menjalani hidup tidak akan tercapai. Visi menjadi hal yang penting yang bukan hanya menjadi monopoli perusahaan-perusahaan, tiap orang harus memiliki visi pribadi yang selaras dengan tujuan yang Tuhan tetapkan.
Berikut ini ada sebuah artikel menarik yang dapat anda baca mengenai hidup adalah sebuah permainan.
(Gambar dari berbagai sumber)











