Banyak ceramah motivasi yang telah mengungkapkan tentang bagaimana cara meraih kesuksesan. Seminar-seminar bertajuk, “5 Langkah Sukses, “9 Kunci Hidup Bahagia”, “10 Cara Menjadi Kaya”, dan sebagainya telah sering kita dengar dan ikuti. Namun apa kata Alkitab tentang bagaimana hidup sukses?
Live Well, Live Wisely
13-16 Do you want to be counted wise, to build a reputation for wisdom? Here’s what you do: Live well, live wisely, live humbly. It’s the way you live, not the way you talk, that counts. Mean-spirited ambition isn’t wisdom. Boasting that you are wise isn’t wisdom. Twisting the truth to make yourselves sound wise isn’t wisdom. It’s the furthest thing from wisdom—it’s animal cunning, devilish conniving. Whenever you’re trying to look better than others or get the better of others, things fall apart and everyone ends up at the others’ throats.
17-18 Real wisdom, God’s wisdom, begins with a holy life and is characterized by getting along with others. It is gentle and reasonable, overflowing with mercy and blessings, not hot one day and cold the next, not two-faced. You can develop a healthy, robust community that lives right with God and enjoy its results only if you do the hard work of getting along with each other, treating each other with dignity and honor.
Petikan ayat di atas diambil dari Yakobus 2:13-18 versi The Message yang disusun oleh Eugene Peterson. Ayat tersebut menjelaskan dengan cukup sederhana tentang kesuksesan dalam versi Allah. Dari perikopnya kita tahu bahwa ayat tersebut tidak hanya berbicara tentang bagaimana hidup bijak, tetapi juga hidup sukses (live well).
Ada hubungan yang erat antara hidup bijak dan hidup sukses. Karena itu, dalam seluruh pembahasan selanjutnya, hidup bijak akan disebut juga dengan hidup sukses atau berhasil. Ada beberapa ciri orang yang ingin terlihat berhasil, yaitu antara lain:
- Lebih banyak berbicara daripada melakukan kebenaran.
- Memiliki ambisi (yang tidak Illahi) untuk menjadi berhasil. Ia menggunakan cara-cara (yang kejam) untuk meraihnya.
- Memamerkan ‘kebijakan’ kepada orang lain sehingga terlihat bijak.
- Menggunakan kebenaran untuk hal yang tidak tepat sehingga terlihat bijak.
- Mencoba untuk menjadi lebih hebat dari orang lain.
Kesimpulannya terletak pada sebuah hal yang sederhana. Dan itu tercermin pada sebuah kata, yaitu ‘Kerendahan Hati‘. Jika kita memiliki kerendahan hati, kita pasti tidak mungkin melakukan kelima hal tersebut. Begitu juga dengan karakter-karakter di bawah ini, akan muncul waktu kita memiliki kerendahan hati.
- Hidup Kudus.
- Mampu hidup selaras dan serasi dengan orang lain.
- Lemah lembut.
- Mudah diajar.
- Penuh belas kasihan.
- Penuh berkat bagi orang lain.
- Tidak labil.
- Tidak menyembunyikan kelemahan kita.
Kerendahan hati dapat dicapai dengan latihan. Dan latihan paling efektif akan ditemukan saat kita memiliki komunitas, yaitu kumpulan rekan sekerja yang saling terbuka dan saling mengasihi satu dengan yang lain. Kerendahan hati kunci hidup sukses versi Allah karena Allah adalah Roh. Musuh roh ialah kedagingan kita yang tercermin dalam setiap sikap egois yang kita lakukan. Dengan menjadi makin rendah hati, maka kita akan makin menjadi sukses karena kita akan makin serupa dengan Allah, karena Ia adalah Allah yang rendah hati.








Hidup Adalah Permainan
[…] Kunci perubahan adalah kerendahan hati. Itulah mengapa orang yang lemah lembut akan memiliki bumi (Matius 5:5), karena hanya orang yang lemah lembut yang mampu berubah menjadi maksimal (sukses). […]