Jadi pemimpin itu keliatannya keren sih. Terkenal, bisa ngatur-ngatur, didengerin, dikagumi, dan sebagainya. Tapi banyak juga yang berpendapat kalo jadi pemimpin itu susah. Ada yang takut salah, takut konflik, takut dituntut, takut ribet, takut susah, dan ada banyak ketakutan yang lain.
Dengan semua tuntutan yang ada, nggak salah juga sih kalo orang memutuskan nggak mau jadi pemimpin. Pemikiran kalo jadi pemimpin bakal banyak dituntut itu bener kok. Gimana mau jadi pemimpin, kalo nggak mau dituntut. Karena itu Yesus mengajarkan sebelum memutuskan segala sesuatu, kita perlu berhitung dulu (Lukas 14:28-33).
Tapi sebenarnya apa kata Alkitab tentang menjadi pemimpin?
Matius 5:16 (Menjadi Garam dan Terang Dunia)
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Memimpin adalah seni untuk memberikan pengaruh kepada orang lain untuk melakukan suatu tujuan. Memimpin dan menjadi terang adalah hal yang berhubungan. Hanya aja, buat Tuhan pemimpin harus mampu membuat orang lain bisa ngelihat Tuhan lewat hidupnya.

Jadi kalo seperti itu bener ya memimpin itu memang susah?
Kita perlu tahu kalo kita di dalam Tuhan, maka asal niat, cara dan kekuatan, serta tujuan dan manfaat semuanya berpusat kepada Tuhan.
Jadi memimpin mungkin memang susah, tapi kalo kita bersama dengan Tuhan, maka Tuhan yang akan bekerja lewat kita. Karena gimana kita mau memperkenalkan Tuhan kalo kita pakai cara dan kekuatan kita sendiri?
Karena itu, yuk kita renungkan poin-poin berikut.
1. Menang dengan diri sendiri
Memimpin bakal jadi sulit kalau kita masih bertarung dengan ego kita, niat buat mentingin diri sendiri, dan sebagainya. Selain itu kita juga harus menang dengan problem gambar diri seperti kekecewaan, luka masa lalu, dan sebagainya.
Kan Yesus mengajarkan kalo kita mau mengikut Dia, kita harus memikul salib dan menyangkal diri terlebih dahulu? Coba cari hal-hal yang membuat kita mentingin diri sendiri dan belajar serahkan sama Tuhan.
2. Membangun hubungan dengan orang lain
Karena memimpin berarti memberikan pengaruh, ga mungkin kita melakukannya tanpa belajar membangun hubungan sama orang lain. Jadi pemimpin pasti perlu punya empati dan mengerti kesulitan orang lain.
Selain itu jadi pemimpin juga perlu hadir untuk memberikan rasa aman dan kepastian, juga menandakan keseriusan dalam apa yang dikerjakan. Hal ini penting banget kalo kita kepingin menyelesaikan apa yang udah kita bangun.
3. Memiliki arah dan strategi
Ga ada hal yang mau dilakukan tanpa kesulitan. Kita bangun pagi aja, kadang sulit berdiri dari tempat tidur kan? Apalagi memimpin.
Karena itu, pemimpin perlu terus mengasah kemampuannya untuk melihat arah, juga mengatur strategi untuk mampu mencapai tujuan. Tanpa hal ini, arahan kita ga akan jelas, dan orang yang akan kita pimpin akan mengalami kebingungan.
Ada orang yang bilang bahwa memimpin adalah seni.
Itu berarti memimpin ga ada rumus bakunya. Tiap kita bisa mengembangkan gaya kepemimpinan kita sendiri tanpa perlu meniru orang lain. Yup, menjadi otentik dalam memimpin itu penting.
Yang penting kita jangan menyerah dan mau terus belajar. Kalo kita mau mengandalkan Tuhan, maka Dia pasti akan memampukan dan bonusnya, kita bisa makin mengenal Tuhan dan memperkenalkan Dia lo!
Kesuksesan ga mungkin lepas dari kepemimpinan.
Contoh, bisa gak kita mau jadi pemulung yang sukses? Ya bisa, kalo kita mengkoordinir ribuan pemulung di kota kita.
Kita sulit sukses kalo cuma berusaha sendirian. Jadi, jangan alergi buat memimpin ya, terus belajar aja dan jangan menyerah, jangan lupa bangkit kalau abis gagal!










