Manusia hidup karena ia masih memiliki energi atau kekuatan. Sama seperti baterai, jika manusia sudah tidak punya kekuatan, maka ia akan mati atau sebenarnya sudah mati. Hal ini berlaku secara jasmani maupun rohani. Hidup manusia selalu menyimpan energi yang kemudian akan ia salurkan. Konsep ini mungkin juga dipakai oleh aliran New Age dalam pengajarannya.
Dalam konsepnya sebagai baterai kehidupan ada dua hal yang dapat kita pelajari, hal pertama adalah bahwa sebagai baterai, maka hidup manusia perlu secara berkala diisi kembali, atau lebih dikenal dengan istilah recharge. Mungkin anda bisa membaca artikel berikut mengenai hal ini.
Konsep kedua yang dapat kita petik adalah bahwa sebagai baterai, ada kalanya ia akan mengalami drop. Setiap baterai memiliki masa hidup, biasanya pada kisaran 2 tahun untuk baterai jenis Li-ion (lithium). Untuk baterai jenis lain, misalnya Ni-Cd (Nikel Cadmium), Mh-Cd, dan lainnya mungkin akan lebih cepat tergantung cara pemakaian. Bahkan ada jenis baterai yang tidak bisa di-recharge. Apapun jenisnya, semua baterai memiliki masa hidup.
Jika masa hidupnya sudah habis, tidak peduli di-recharge berapa lama atau berapa kalipun, ia akan cepat sekali habis, atau bahkan sudah tidak bisa mengalirkan listrik lagi. Begitu juga hidup kita. Jika konsep recharge diartikan kita harus berada dalam hadirat Tuhan untuk dapat dipenuhi lagi dengan ‘energi kehidupan’, maka ada kalanya hidup kita seperti ‘drop‘. Apa yang harus dilakukan jika sudah demikian?
Sama seperti baterai, jika sudah drop, tidak ada cara lain selain harus diganti. Demikian juga kehidupan kita. Bukan berarti kita harus ganti hidup, namun yang harus diganti adalah pola pikir kita. Mungkin kita sudah sangat tahu tentang Roma 12:1-2. Namun kebenarannya memang demikian. Ada banyak orang menjadi stuck (terbentur; terjepit) dalam kehidupan karena pola pikirnya tidak berubah. Kenyataannya, waktu kita mengubah pola pikir kita, maka kita akan mengetahui kehendak Tuhan.
Konsep ini juga yang sebenarnya Yesus ajarkan kepada Nikodemus tentang kelahiran baru (Yohanes 3). Pertobatan, kelahiran baru, semuanya berbicara tentang perubahan pola pikir. Namun bukan cuma sekedar perubahan arah pola pikir, biasanya yang harus dilakukan adalah perubahan radikal 180 derajat. Tanpa melakukan hal itu, maka selamanya kita akan tetap hidup dalam ‘drop zone’ yang terus menerus. Itulah juga mengapa kita harus terus mengalami perubahan pola pikir dari hari ke sehari. Selamat berkemenangan!








wah yg ini mirip ama punyaku (yg belom pernah ku-upload),
sama2 bertema baterai… hahaha..
cuma ‘main topic’-nya beda dikit ๐
masih pake baterai ta? ๐ read my article again, you have it ๐
kamu pernah posting yang tentang baterai juga toh guh, ada kok kupost di blogku ini… hehehe…