Menjadi seorang pria bukanlah sebuah hal yang terjadi secara otomatis. Jika kita melihat pada banyak budaya di dunia, hampir semuanya memiliki ritual dalam proses inisiasi dari seorang anak laki-laki menjadi dewasa. Apa yang terjadi pada proses ini? Seorang anak yang akan beranjak dewasa biasanya akan diajak untuk mengalami suatu tantangan atau ujian berat yang harus dilalui sebelum diakui dewasa.
Michael Kimmel, seorang sosiologis berkata bahwa banyak pria berumur antara 16-26 tahun terjebak dalam situasi yang dinamainya, “Guyland”, yang ia gambarkan sebagai suatu wilayah dimana seseorang tidak beranjak menjadi dewasa sekalipun secara fisik demikian.
Apa ciri khas utamanya? Banyak pria yang masih mengambil keputusan yang berdasar pada egonya, menggunakan kekuatan / kekuasaannya secara tidak pada tempatnya, tidak siap menghadapi tantangan / resiko yang ditawarkan kehidupan, bingung, serta diam menunggu orang lain untuk mengambil otoritas dalam kehidupannya.
Secara fisik hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah seperti serangan jantung, ketergantungan, obesitas, depresi, kemarahan, perceraian serta penyakit mental dan psikis yang kronis. Hal apa yang menjadi kunci bagi pria untuk menjadi dewasa?
- Mental Pemenang
Pria selalu ditakdirkan untuk menjadi pemenang. Hal ini tercatat dalam DNA kita. Seorang pria yang tidak pernah merasakan kemenangan nyata dalam kehidupannya akan cenderung melampiaskan pada hal-hal yang salah.
Pada waktu seseorang masih anak-anak, ia mendapatkan perlindungan dan rasa aman dari orang tuanya. Namun waktu menjadi pria, seseorang harus memberikan perlindungan dan rasa aman itu kepada orang lain. Karena itu ia harus mahir untuk meraih kemenangan-kemenangan dalam kehidupannya.
Kemenangan diraih melalui tantangan dan cobaan. Salah satu ciri kedewasaan adalah tidak lari dari masalah yang dihadapi. Tidak ada resep yang pasti dalam hal ini, tetapi tiap manusia sudah dilengkapi dengan insting untuk belajar. Tidak ada masalah dengan kegagalan, yang penting kerinduan untuk bangkit dan menang.
- Lemah Lembut
Setiap pria harus berlatih untuk menang pertama kali terhadap dirinya sendiri. Sebuah ciri khas yang pasti dari orang seperti ini adalah ia kelemahlembutan, yang sebenarnya adalah cara untuk menaklukkan dunia (Mat 5:5).
Kelemahlembutan ditunjukkan lewat sikap mau diajar. Tidak ada seorangpun yang meraih kesuksesan tanpa mentor. Sikap tunduk pada otoritas menjadi krusial, karena sebenarnya hal ini melatih pengendalian diri kita. Ada banyak orang gagal bukan karena dikalahkan orang lain atau lingkungannya, tetapi justru kebuasannya.
- Menyukai Proses
Tidak ada suatu barang berkualitas yang dihasilkan tanpa proses yang lama dan dengan tekanan yang berat. Jika kita ingin hidup kita berkualitas kita juga harus mengalaminya. Kehidupan akan selalu menawarkan kita pada pilihan untuk masuk atau lari dari sebuah masalah.
Namun, Mazmur 119:9,105 mengandung janji bahwa jika kita taat pada Firman Tuhan maka ia akan menjaga setiap jalan kita. Firman Tuhan mengandung setiap rahasia kehidupan (Amsal 25:2) yang akan menolong dan memberi kekuatan dalam setiap langkah kehidupan kita. Keep winning!









