Siapa sih yang ga pernah kecewa? Bahkan mungkin kita termasuk di barisan orang yang terlalu kecewa sampai-sampai kita malas berjuang.

Familiar dengan situasi ini?
Memang wajar banget kok kalo kita pernah kecewa. Karena memang ga segala hal bisa terjadi sesuai keinginan kita. Ingat bahwa dunia nggak berputar mengelilingi kita. Jadi kita juga ga bisa ngatur segala hal.
Tapi bukan berarti kalo kecewa, kita harus menyerah. Coba deh kamu ingat, apa alasan kamu punya keinginan (yang walaupun nggak tercapai) itu? Sebenarnya hal itu penting nggak sih? Layak nggak sih hal itu diperjuangkan?
Seberapa berharga sesuatu buat kita, akan membuat kita mau membayar harganya. Coba flashback ke belakang. Kita pasti pernah punya sesuatu yang kita ingini, sampai-sampai kita rela untuk melakukan segala hal untuk mendapatkan hal itu.
Jadi kalo kita kecewa dan akhirnya kita berhenti mungkin hal itu memang nggak sepenting itu buat kita.
Tapi kalo kita bilang, “Lho, enggak, itu penting kok”, mungkin sekarang waktunya kita mikir kembali, kenapa kita kecewa dan pengen nyerah?
Terus gimana caranya supaya bisa bangkit?
- Kembali ke “Why”
Menemukan kembali alasan kita melakukan sesuatu akan sangat membantu menciptakan sense of purposenya. Hal ini akan membuat kita lebih terarah dan menemukan kembali semangat untuk melakukan hal itu.
Contohnya, kita bisa mikir lagi, “kita melakukan buat siapa?”, atau, “kalo ini terwujud, hasilnya bakal keren seperti …” Pastinya, hal tersebut akan mampu membuat kita rekomitmen kembali. Dan ga masalah banget kok kalo kita itu harus rekomitmen. Itu ga menjadikan kita sebagai orang yang gagal.
- Latih keuletan
Seringkali, justru hal-hal yang penting itu adalah hal-hal yang nggak langsung bisa kita raih. Tetapi kita perlu mencoba beberapa kali, mengevaluasi kegagalan dan mencoba kembali. Kita perlu bersyukur, karena keuletan selalu ada dalam diri kita. Tinggal keberanian kita untuk coba dan latih terus menerus.
Selain itu, faktor penghambat keuletan sebagian besar adalah faktor internal. Misalnya, trauma masa lalu, kemalasan, zona nyaman, tidak punya visi, dan sebagainya. Karena itu, tidak ada resep spesial untuk menang, selain kita perlu mengalahkan diri sendiri.
- Evaluasi penyebab kegagalan
Ada ungkapan yang mengatakan, “Hanya orang gila yang mencoba cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda”. Kalau hanya bermodal ulet, tapi kita tidak mengevaluasi apa yang menyebabkan kegagalan, maka sangat mungkin kita akan terjebak pada lobang yang sama.
Namun ada juga orang yang sulit mengevaluasi, karena ini bersifat mengkritik diri sendiri. Di sini, kita perlu memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan. Toh, tidak ada orang yang sempurna. Dan penting sekali untuk kita tidak menyalahkan keadaan ataupun orang lain.
Kekecewaan adalah hal yang sangat mudah membuat kita pasrah dengan keadaan dan berhenti mencoba. Hal ini akan jadi hambatan besar dalam pertumbuhan kita. Karena itu, kita harus menang dengan kekecewaan kita. Dan sadarilah bahwa justru dari kita mendapatkan pertumbuhan lewat proses mengalami kekecewaan itu. Keep winning!!






