Lingkaran merupakan salah satu dari bentuk dasar yang dipelajari sejak sekolah dasar. Kita semua pernah belajar rumus keliling atau luas lingkaran. Ini bukti bahwa lingkaran (yang sempurna) merupakan sesuatu yang sederhana. Bandingkan dengan menghitung luas dari sebuah lapangan golf yang berlekuk-lekuk, mungkin kita harus menggunakan rumus integral (tidak banyak yang tahu kegunaan praktis dari belajar kalkulus bukan?)
Namun dari bentuknya yang sederhana, ada pelajaran yang dapat kita petik yang berkaitan dengan sifat alamiah sekaligus supra alamiah (spiritual). Pemikiran ini mendapatkan pondasinya sejak berbincang dengan seorang kawan. Berikut adalah sebagian yang mungkin dapat kita petik:
- Jika kita ingin mengerti konsep kekekalan, maka bentuk lingkaran dapat mewakilinya. Bagaimana menjelaskannya? Jika kita berdiri pada satu titik pada garis lingkaran dan berjalan mengikuti garis itu, tentu kita tidak akan menemukan ujungnya (kecuali diberikan tanda lain yang berbunyi “finish”). Tuhan disebutkan adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir.
- Jika mungkin orang mengatakan segitiga atau bujursangkar adalah bentuk yang paling stabil, maka lingkaran adalah bentuk yang paling kuat. Buktinya, rantai secara umum dibuat mengikuti bentuk ini. Tuhan adalah pribadi yang mahakuasa.
- Apa yang biasanya sekumpulan orang lakukan untuk menikmati sebuah momen persahabatan? Bukankah mereka akan bergandengan tangan dan membentuk sebuah lingkaran? Tuhan adalah Allah Tritunggal (Kejadian 1:26, Tuhan menciptakan manusia dengan menggunakan kalimat “Marilah kita” dan “Menurut gambar dan rupa kita”). Konsep ini mungkin menjadi perdebatan. Namun satu hal yang kita petik, bahwa Dia adalah Allah yang sepakat. Kesatuan terbentuk sangat kuat sehingga ‘Mereka’ disebut Satu.
- Bentuk elips sebenarnya adalah sebuah lingkaran berbentuk pipih. Dan mungkin tidak banyak yang tahu bahwa elips melambangkan integritas. Tuhan adalah pribadi yang berintegritas. Konsep integritas sendiri berarti adalah keutuhan. Tuhan tidak pernah berubah, dari dulu, sekarang, sampai selama-lamanya Ia tetap sama. Itu karena Ia sempurna. JanjiNya patut kita percayai, karena pasti terjadi. Namun, manusia perlu berubah untuk menjadi sempurna.
- Salah satu benda yang merupakan perwujudan dari bentuk ini yang paling terkenal adalah bola. Ada banyak sekali permainan yang dapat berjalan atau fokus utamanya adalah bola, termasuk permainan paling populer di dunia, yaitu sepakbola. Bahkan, kita juga hidup dalam bumi yang berbentuk bulat (Yesaya 40:22). Apa maknanya? Permainan diciptakan untuk mengasyikkan. Kehidupan kita juga seharusnya mampu kita nikmati di dalam Dia.
- Mengapa bumi diciptakan bulat juga mewakili kreatifitasNya. Ia menempatkan dan mempercayakan segala kreatifitasNya, yaitu segala hasil ciptaanNya di atas bentuk bulat bumi. Belum lagi jika kita menyadari bentuk lintasan orbit atau bentuk planet-planet yang ada di jagad raya.
Dalam kehidupan kita, ada begitu banyak unsur Illahi yang sebenarnya tersebar dalam hal-hal yang praktis dan natural, hal yang mungkin bagi kita adalah ‘biasa saja’. Namun, dengan mengerti kebenaran ini, kita dapat mulai (atau makin) menyadari kehendakNya untuk terus terlibat dalam kehidupan kita.
Sesuai dengan poin 4, keterlibatanNya seharusnya akan mengubah hidup kita, yaitu mengubahnya menjadi sesuatu lebih baik, “keserupaan denganNya”. Dengan menyadari hal ini dapat membuat kita makin mudah untuk sadar akan keberadaanNya. Biasanya orang yang sadar dengan keberadaan Tuhan akan lebih mudah untuk berubah dan taat kepadaNya.
(Gambar dari berbagai sumber)






