Saat membaca liputan Aji Santoso yang belajar ilmu kepelatihan bola di Spanyol, aku jadi berpikir tentang dunia kerja. Di sana, Aji berkata bahwa segala sesuatunya tertata dan terfasilitasi secara profesional. Dan yang paling menarik minatku adalah tentang pengalamannya melihat bagaimana para pemain bola berlatih. Ia berkata, bahkan pada waktu para pemain berlatih, mereka begitu serius, dan menganggap seakan-akan mereka sedang melakukan pertandingan. Dan iapun membandingkan dengan kondisi yang terjadi di dalam negeri.
Satu hal yang menarik minatku bukan terletak pada perbedaan antara apa yang ada di luar dan dalam negeri, tapi lebih ke sikap dan mental para pemain. Pemain sepakbola di dalam dunia sepakbola sama halnya dengan diri kita di bidang pekerjaan kita. Dan, pekerja selalu dibagi menjadi dua bagian jika menyangkut totalitas, profesional atau amatir. Perbedaanya hanya terletak pada seberapa maksimal kita terjun di sana?
Kembali kepada atlet, seorang atlet dikatakan profesional saat ia sudah berkecimpung seluruhnya ke sana. Seorang peraih medali emas sekalipun, jika ia masih punya status PNS, belum bisa dikatakan bahwa ia profesional. Namun, seorang profesional adalah seseorang yang mau menaruh seluruh hidupnya di sana. Dan profesionalisme seseorang seringkali adalah hal yang membedakannya untuk mampu tampil maksimal dalam pekerjaannya atau tidak.
Berikut ini adalah fakta yang ada, kebenaran maupun salah kaprah yang terjadi.
- Seorang profesional adalah orang yang tidak lagi melibatkan unsur perasaan dalam pekerjaannya. Artinya, ia tidak lagi pusing, jika ia melakukan sesuatu, bagaimana dampaknya bagi diri sendiri, keluarga maupun yang lain.
- Seorang profesional selalu berkata ya!
- Profesionalisme bisa diukur -namun tidak mutlak- dari seberapa banyak waktu yang kita luangkan utuk menekuni bidang tersebut.
- Uang seharusnya bukanlah alasan baginya untuk melakukan totalitasnya. Banyak orang berkata, “Saya harus profesional, karena saya sudah digaji untuk melakukan hal itu”, hal ini berarti jika ia tidak digaji, maka ia tidak akan melakukan hal itu.
- Namun, profesional adalah orang yang tetap setia dan tekun untuk menjalani suatu bidang, meskipun ia belum melihat hasilnya. Itulah mengapa tidak ada yang bisa menghalanginya untuk melakukannya.
- Seorang amatir masih sedang mencoba-coba, mungkin sedang mencari peluang di suatu bidang, tapi seorang profesional percaya apa yang dia lakukan saat ini memang yang terbaik untuknya, dan ia menyukainya.
- Seorang amatir belum tentu akan berada di bidang yang sama 1, 5, 10 tahun mendatang, tapi seorang profesional akan berada di sana sampai kapanpun, bahkan jika ia sudah pensiun.
Mungkin kita bertanya, mengapa perlu menjadi profesional? Jawabannya tak lain adalah, jika kita ingin berhasil, kita harus melakukan sesuatu secara profesional. Tidak pernah ada seorang amatir yang sukses, karena sukses tidak berbicara tentang pencapaian saja, tapi sukses berbicara tentang bangunan hidup yang telah berhasil kita bangun karena perjuangan dari hari ke hari. Itulah mengapa sukses tidak pernah dicapai dalam waktu singkat dan instan.
Kategori di ataslah yang membedakan seseorang dikatakan amatir atau profesional. Juga dapat diringkas dalam satu kata. TOTALITAS! Yang manakah kita?
(Gambar dari arenabola.com)






