*) Dipublikasikan pada Progress News SMCC Edisi Juli 2012
Salah satu tugas yang harus dilakukan oleh manusia sebagai pemegang mandat Illahi adalah beranak cucu, memenuhi bumi dan berkuasa (Kej 1:28). Dalam bahasa Inggris tidak hanya diperintahkan untuk beranak cucu, tetapi juga untuk berbuah (be fruitful and multiply). Dalam bahasa aslinya, berbuah juga berarti mengalami peningkatan atau pertumbuhan.
Itulah yang akhirnya dilakukan Adam. Ia bersetubuh dengan Hawa sehingga ia mengandung dan melahirkan Kain (Kej 4:1). Uniknya, dalam bahasa Inggris kata bersetubuh diartikan sebagai ‘knew’ yang berarti mengetahui atau mengenal. Dari sini kita mengerti bahwa buah akan dihasilkan dari sebuah proses pengenalan atau kedekatan. Yesus berkata bahwa Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Jika kita tinggal dekat denganNya (abide), kita akan berbuah banyak. Konsep Alkitab tentang berbuah selalu diawali dengan sebuah kedekatan.
Sayangnya, terdapat kecacatan dalam proses pengenalan yang dilakukan oleh Adam, karena ia melakukannya tepat setelah ia diusir dari taman Eden yang merupakan simbol kehadiran Allah (Kej 3:23-24). Hal ini tidak terjadi sekali. Kain juga melakukan hal yang sama. Ia bersetubuh dengan istrinya tepat setelah ia meninggalkan hadirat Tuhan (Kej 4:16-17).
Allah menginginkan agar manusia menghasilkan keturunan Illahi, yaitu meneruskan setiap sifat-sifat gambar dan rupaNya. itulah yang akhirnya dilakukan Adam saat memperanakkan Set (Kej 4:25), sehingga garis keturunan Illahi (Abraham, bangsa Israel, Daud, Yesus) berasal darinya. Kita mungkin bisa hidup keluar dari hadirat Allah, tetapi kita tidak akan bisa berbuah dengan benar. Alkitab mencatat Kain dan garis keturunannya tidak berlaku benar di hadapan Allah (Kej 4:23-24).
Dari tiga kejadian yang ada, selalu digunakan kata ‘knew’ yang dalam bahasa aslinya adalah yada’. Kata tersebut memiliki arti (dan digunakan sebanyak) sebagai berikut. Acknowledge (6), acquaintance (6), certainly (6), consider (6), declare (6), know (645), knowledge (19), known (105), perceive (18), teach (5), tell (8), understand (7), etc (109). Setidaknya ada 3 hal yang terjadi jika kita mengenal Tuhan secara dekat (intim).
- Mengasihi. Yada’ pada dasarnya memiliki arti mengenal secara intim (Kej 4:1, 17, 25). Namun ia juga berarti mendedikasikan hidup kita terhadap orang yang kita kasihi dan memberikan kasih serta perhatian yang dalam. Jika kita mengasihi Allah, tentunya kita mengasihi jiwa-jiwa yang dikasihiNya.
- Berbelas Kasihan. Amsal 12:10 berkata, “Orang benar memperhatikan (yada’) hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam (tidak berbelas kasihan).” Literatur hikmat seperti Amsal selalu menciptakan dikotomi antara kebenaran dan kejahatan. Namun, orang benar selalu mengerti dan memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitarnya. Dan orang yang demikian akan selalu disebut sebagai orang benar.
- Bertingkah Laku Benar. Dalam Yeremia 22:15-16, Allah menegur raja Yehuda karena ia berlaku egois, tidak menghiraukan orang miskin, dan mengeksploitasi rakyat demi kepentingannya sendiri. Allah berkata kepada raja tentang apa itu pengenalan akan Allah yang benar, yaitu berlaku adil, berbelas kasihan terhadap orang miskin, dan berlaku benar serta memiliki karakter yang baik. Dengan kata lain, yada’ berarti secara setia menjaga perjanjian (covenant) dengan Allah dalam segala aspek kehidupan kita.
Sejak awal Allah selalu merindukan umatNya untuk memiliki pengenalan akan Dia. Tidak cukup dengan itu, Yesus sendiri berkata “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian” (Yoh 4:23). Seluruh kehidupan kita akan tergantung dari bagaimana kita berhubungan dengan (menyembah) Dia. Jika kita mengenal Dia, secara otomatis kita akan (dan sedang) menggenapi tujuan hidup kita untuk berbuah dan berkuasa.
(Gambar dari ipandora.net)






