Say It With Your Life

Sebenarnya bukanlah sesuatu yang susah untuk melakukannya. Untuk melakukan “Say It With Your Life” sama mudahnya dengan melakukan pekerjaan kita tiap hari. Cuma, bedanya adalah apapun yang kita lakukan akan menunjukkan apa yang kita katakan. Maksudnya bagaimana?
Saat ini, sudah saatnya kita tidak lagi mengatakan sesuatu hanya dengan perkataan kita, atau bahkan lewat tulisan/blog. Cara termudah dan paling sukses untuk membuat orang mengerti apa yang kita maksud adalah dengan melakukannya dan memberikan teladan. Itulah mengapa Tuhan Yesus sangat sukses. Karena semua hidupnya mencerminkan teladan, tentang kasih, tentang pengorbanan, tentang hidup yang benar, tentang hidup berkemenangan, semuanya!
Yang harus kita lakukan hanyalah mulai untuk mengambil keputusan. Keputusan untuk mulai memberikan dan mendedikasikan kehidupan kita untuk mencerminkan kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Itulah mengapa, kerajaan Allah tidak disebarkan hanya melalui doa, pemetaan dunia roh dan berpuasa, tapi lebih dari pada itu adalah melalui agen-agen kerajaan Allah untuk menyatakan diriNya melalui apa yang dia lakukan.

Nah, ini yang biasanya orang takutkan. Aku? Apakah diriku sudah cukup suci dan bersih untuk melakukannya? Apakah diriku cukup benar untuk bisa percaya diri bahwa aku sudah menjadi contoh dan teladan? Bagiku, “Say It With Your Life” tidak berbicara tentang kesempurnaan. Karena adalah hal yang sia-sia untuk menuntut kesempurnaan dari seorang manusia. Yang harus kita usahakan adalah untuk memberikan keteladanan dalam hidup, menyadarkan diri kita bahwa apapun yang kita lakukan bisa membawa dampak bagi orang lain, apakah itu dampak yang positif atau dampak yang negatif.

Dan, pilihlah untuk memberikan dampak yang positif. Karena dengan memilih untuk memberikan dampak yang positif, kita secara otomatis sudah menjadi seseorang yang melakukan kehendak Tuhan dalam hidupNya. Kita telah menyukakan hatiNya, karena apa yang Dia inginkan tidak lebih adalah agar kita berbuah. Dan berbuah berarti adalah segala usaha yang kita lakukan agar orang lain bisa lebih mengenal Allah.
Jadi, mengapa takut? Yang penting usaha. Hasil tetap penting, tapi Tuhan sangat menghargai usaha. Dan Dia adalah Pribadi yang cukup sabar untuk menantikan keberhasilkan kita. Jadi, jangan takut dan jangan menyerah. Lakukan mulai sekarang! 

(Gambar dari positivethinkingteens.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *