Sebagai orang yang telah dimerdekakan, ada 1 hal yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan kita dari dosa, yaitu melatih tubuh kita. Ada 2 ayat yang akhir-akhir ini menjadi rhema dalam kehidupanku dan telah menjadi pesan yang tiba-tiba muncul di sekelilingku.
1 Petrus 4:1 “Karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa”
“Aku melatih tubuhku dan menguasainya sedemikian, supaya setelah aku memberitakan Kristus aku tidak ditolak”
Di ayat yang pertama, dikatakan bahwa orang yang telah menderita penderitaan badani berhenti berbuat dosa. Pada versi bahasa Inggrisnya (NKJV), dikatakan bahwa orang yang telah menderita penderitaan badani sedang istirahat (rest) dari dosa. Artinya, dengan kita menderita secara badani, kita akan membuat tubuh kita semakin mudah untuk tidak berbuat dosa.
Meskipun kita sudah ditebus, tapi tubuh di mana kita berada saat ini masih merupakan tubuh dosa, jadi kita harus tetap berusaha untuk menguasainya. Itulah kenapa rasul Paulus berkata bahwa ia melatih tubuhnya terus menerus, supaya kedagingan yang ada menjadi semakin lemah dan dapat tunduk terhadap roh.
Seperti apa bentuk dari melatih tubuh? Sebenarnya ada beberapa cara praktis, buat aku secara pribadi, tiap kali aku melakukan kesalahan aku akan menghukum tubuhku dengan latihan jasmani, contohnya adalah push up. Sudah 2 minggu aku lakukan dan aku merasakan sendiri bahwa dengan itu kedisiplinan dan penguasaan diri lebih mudah aku lakukan.
Cara praktis ini pun dapat anda lakukan dan dapat anda modifikasi sendiri. Misalnya saja dari jumlah push up yang harus dilakukan. Aku memasang standar yang cukup tinggi buat aku secara pribadi, yaitu 50 kali push up setiap kesalahan. Mengapa? Supaya aku tidak dengan mudah melakukan kesalahan karena sanksi yang harus aku tanggung cuma sedikit.
Akhirnya, Amsal berkata “Orang yang dapat menguasai dirinya sendiri melebihi orang yang merebut kota”, artinya, penguasaan pribadi kita dihargai lebih tinggi oleh Tuhan, dan sadar atau tidak sadar, hanya orang yang dapat menguasai dirinya sendiri yang akan menjadi pemenang dalam pertandingan di dunia ini. Contohnya, hanya orang yang paling berdisiplin untuk bekerja sajalah yang akan mampu untuk meraih sukses, tidak ada orang malas bisa sukses.
Demikian juga kita, lakukan yang terbaik untuk hidup anda yang cuma 1 kali ini. Terus latih dan berubah menjadi makin sempurna dengan Kristus.
(Gambar dari workout-without-weights.com)





