Terinspirasi oleh Samuel Tumanggor yang datang pada acara reuni D-Astor untuk berbagi tentang apa yang dapat dilakukan oleh orang Kristen bagi bangsanya, ada beberapa kesimpulan yang diambil melalui dialog tersebut. Ia adalah penulis beberapa buku seperti Demi Allah Dan Demi Indonesia: Suatu Pergulatan Tentang Ihwal Kenasranian Dan Kebangsaan dan Orang Nasrani, Pandu Bangsamu! yang mengkritisi kemandulan orang Kristen dalam berkontribusi untuk bangsanya, bahkan lebih cenderung mencintai budaya barat. Ada beberapa hal yang dapat diambil.
- KASIH: Kontribusi yang kita berikan bukan dengan cara-cara yang anarkis, tapi dengan menyebarkan kasih, karena tidak ada satu bahasa lain yang lebih kuat dari kasih. Bahkan inilah yang diperintahkan Allah bagi umatNya, yaitu untuk mengasihi sesamanya.
- BANGGA: Indonesia punya ribuan hal yang bisa dibanggakan lebih dari bangsa lain, bukan hanya dari kekayaannya, bahkan dari setiap warisan budaya dan tradisi luhur yang terjadi. Bahkan jika kita sadar, setiap hal yang diabaikan oleh bangsa Indonesia selalu menjadi prestasi di kancah internasional. Coba cari 5 saja di antaranya, tidak susah.
- KERJASAMA: Kecintaan tidak dilakukan dengan sebuah eksklusivisme, tetapi dengan bekerjasama. Indonesia adalah negara penuh dengan ke-bhinekaan, tidak mungkin kemajuan tercapai tanpa kerjasama dengan yang lain.
- JUANG: Berani berjuang untuk sesuatu yang kita anggap benar. Bukan hanya bisa berkata-kata saja, bahkan malah takut untuk menyuarakan pendapat. Berani berjuang berarti bahkan sampai kepada mengeluarkan darah kita bagi bangsa ini. Maukah kita?
Dan inspirasi itu menjadi beberapa keputusan penting yang ingin aku lakukan. Bukan sesuatu yang besar sehingga tidak dapat dilakukan, tapi sesuatu yang sangat-sangat sederhana, yang tiap orang bisa lakukan. Sebuah keputusan yang diambil karena kesadaranku tentang kesederhanaan. Antara lain:
- Keluar dari kenyamanan gereja dan mulai bergerak. Ya orang Kristen telah terlalu nyaman berada di gedung gereja. Mungkin setiap tembok dan AC yang ada di dalamnya harus diruntuhkan supaya orang Kristen bisa keluar. Mulai melihat realita yang terjadi pada bangsa ini, dan tidaklah sulit untuk menemukan apa panggilanmu.
- Temukan dan jalani panggilanmu. Menemukan panggilan berbeda dari mengetahui potensi dan kelebihan kita. Jauh lebih daripada itu adalah menemukan rencana Allah dalam kehidupan kita. Butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit, karena panggilan Allah dalam kehidupan kita ada pada tiap proses yang terjadi dalam kehidupan kita. Tapi, setidaknya, lakukanlah dengan setia apa yang ada di depanmu.
- Adalah sesuatu yang wajar jika ternyata apa yang kita lakukan gagal, cobalah lagi, atau carilah yang lain, setidaknya pada umur 20-an ini, belumlah saatnya kita memikirkan tentang kemapanan, junjung tinggi idealismemu, karena yang menjadi kekuatan orang muda adalah idealismenya.
- Memuridkan dimana dirimu dipanggil. Hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda-tunda. Dengan memuridkan, kita akan menyadari bahwa kemampuan terus ditambahkan dalam kehidupan kita, bahkan lebih dari itu, hal inilah yang akan membuat kita terus fokus untuk maju.
- Mulai berfokus pada sedikit dari kelebihanmu. Putuskan di area mana kamu akan terus mengasahnya. Jika kamu punya 10, cukuplah 2 di antarnya, jika hanya 5, cukuplah hanya 1. Menurut Albert Einstein, kemampuan otak manusia terlalu besar untuk dimaksimalkan semuanya. Butuh waktu yang lebih daripada seluruh hidup manusia untuk dapat melakukannya.
- Memangkas setiap kegiatan yang tidak perlu yang selama ini dilakukan dan ternyata malah menghambat. Banyak hal ternyata tidak penting dan bahkan menghambat kita untuk menjalani panggilan kita. Beberapa di antaranya mungkin adalah kenyamanan untuk melayani di gereja, kebiasaan-kebiasaan yang salah, ketidakdisiplinan, dan sebagainya. Bagiku ini termasuk mulai untuk mengurangi kegiatan dan keterlibatan di beberapa area dimana aku putuskan untuk tidak memaksimalkannya.
- Memulai kembali menulis blog. Inilah yang saat ini bisa kulakukan. Dari beberapa area yang aku sadari bahwa aku memiliki potensi, aku memilih hal ini karena beberapa hal yang aku sadari, seperti kesempatanku menjadi dosen di jurusan komunikasi, inspirasi yang datang seperti air bah, kelebihan olah kata yang kumiliki, dan sebagainya. Setidaknya 1-2 blog seminggu harus kuhasilkan, sama seperti komitmenku dulu.
(Gambar dari files.wordpress.com)







