Aku heran dengan orang-orang Kristen saat ini. Perkataan yang disampaikan pendetaku benar-benar terbukti sendiri dengan apa yang aku lihat. Hampir tidak ada orang Kristen yang benar-benar mengerti tentang tujuan hidupnya. Coba buktikan, berapa banyak orang Kristen yang menulis blog yang memberkati orang lain. Mereka berdalih, “Permasalahan hidupku kan bisa juga memberkati orang lain…” Tapi kita sudah benar-benar lupa untuk apa kita hidup.
Saat ini, berita tentang berkat sudah benar-benar membuai manusia untuk melupakan berita tentang salib. Padahal, bagi iblis, ia tidak terlalu memikirkan pemberitaan tentang berkat, karena pemberitaan tentang berkat tidak pernah membuat orang-orang untuk menjadi radikal dan menjalani esensi sesungguhnya dari kehidupan.
Saat ini, orang Kristen sudah benar-benar mementingkan diri mereka sendiri. Benar apa yang dikatakan Rasul Paulus bahwa pada jaman akhir orang-orang akan mementingkan dirinya sendiri (2 Tim 3:2).
Bahkan, apa yang dikatakan sebagai visi bagi orang-orang ini juga tidak luput dari kehidupannya. Ingin kaya, ingin selamat, atau ingin menyelamatkan keluarganya. Memang benar sih, ada ayat yang berbicara bahwa kalau kita ingin melakukan sesuatu harus dari Yerusalem dahulu, tapi menurutku semuanya berasal dari hati kita sendiri. Aku sangsi bahwa orang-orang seperti ini memiliki hati terhadap jiwa-jiwa.
Padahal yang Tuhan inginkan adalah jiwa-jiwa. Yang Tuhan inginkan adalah buah yang tetap dalam kehidupan kita, dan itu berarti memuridkan! Sepertinya aku sudah kehabisan kata-kata lagi dan amarahku ingin meluap jika melihat orang-orang Kristen memble seperti ini. Oleh karena itu, aku terus memacu diriku untuk menjadi makin baik, menjadi makin sempurna dan menjadi makin serius untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupanku.
JIWA-JIWA!!!
Saat ini, berita tentang berkat sudah benar-benar membuai manusia untuk melupakan berita tentang salib. Padahal, bagi iblis, ia tidak terlalu memikirkan pemberitaan tentang berkat, karena pemberitaan tentang berkat tidak pernah membuat orang-orang untuk menjadi radikal dan menjalani esensi sesungguhnya dari kehidupan.
Saat ini, orang Kristen sudah benar-benar mementingkan diri mereka sendiri. Benar apa yang dikatakan Rasul Paulus bahwa pada jaman akhir orang-orang akan mementingkan dirinya sendiri (2 Tim 3:2).
Bahkan, apa yang dikatakan sebagai visi bagi orang-orang ini juga tidak luput dari kehidupannya. Ingin kaya, ingin selamat, atau ingin menyelamatkan keluarganya. Memang benar sih, ada ayat yang berbicara bahwa kalau kita ingin melakukan sesuatu harus dari Yerusalem dahulu, tapi menurutku semuanya berasal dari hati kita sendiri. Aku sangsi bahwa orang-orang seperti ini memiliki hati terhadap jiwa-jiwa.
Padahal yang Tuhan inginkan adalah jiwa-jiwa. Yang Tuhan inginkan adalah buah yang tetap dalam kehidupan kita, dan itu berarti memuridkan! Sepertinya aku sudah kehabisan kata-kata lagi dan amarahku ingin meluap jika melihat orang-orang Kristen memble seperti ini. Oleh karena itu, aku terus memacu diriku untuk menjadi makin baik, menjadi makin sempurna dan menjadi makin serius untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupanku.
JIWA-JIWA!!!






