Beberapa waktu terakhir ini, dunia kekristenan cukup diributkan tentang bagaimana memanggil nama Tuhan yang sebenarnya. Misalnya ada yang menyebutkan bahwa tidak benar memanggil nama Allah, karena Dia tidak pernah mendeklarasikan diriNya demikian. Yang mana yang benar? Terlepas dari mana yang benar, ada sesuatu yang unik dengan bagaimana Tuhan mendeklarasikan diriNya.
Nama-Nama Tuhan
Jika kita telusuri di Alkitab, Tuhan sangat sering menyatakan diriNya pada kita. Menunjukkan betapa besar hasratNya untuk mengenal kita. Dalam proses pernyataanNya tersebut, kita disuguhkan dengan banyak nama (baik karena Ia memperkenalkan diriNya demikian, atau Ia dipanggil demikian). Mari kita coba telusuri beberapa nama yang ada:
- El, Eloah, Elohim, El Gibhor berarti Tuhan Yang Kuat.
- El Elyon, berarti Tuhan Yang Maha Tinggi.
- El Olam, berarti Tuhan Yang Kekal.
- Jehova Jireh, berarti Tuhan Sang Penyedia.
- Jehova Rapha, berarti Tuhan Sang Penyembuh.
- Jehova Nissi, berarti Tuhan Panji Kemenanganku.
- Jehova M’kaddesh, berarti Tuhan Yang Menyucikan.
- Jehova Shalom, berarti Tuhan Sumber Damai Sejahtera.
- Jehova Elohim, berarti Tuhan dari segala tuhan.
- Jehova Tsidkenu, berarti Tuhan Kebenaranku.
- Jehova Rohi, berarti Tuhan Gembalaku.
- Jehova Shammah, berarti Tuhan Maha Hadir.
- Jehova Sabaoth, berarti Tuhan Sang Tuan Rumah (Tuhan Yang Menyambut).
Apa Maknanya?
Dari banyaknya nama tersebut ada dua hal penting yang dapat kita renungkan dan pelajari.
Pertama, jika seseorang berkata, “Apalah arti sebuah nama”, saya adalah orang pertama yang akan tidak setuju dengannya. Paling mudah, coba beri nama anak anda dengan sembarangan. Tegakah anda? Selama hidup, seseorang akan menanggung akibat dari namanya. Nama memiliki semua sifat dan nama adalah sebuah atribut. Nama Tuhan ialah atribut dan sifat Tuhan.
Dari banyaknya atribut dan sifat tersebut, ada sebuah hal penting yang Ia ingin kita mengerti. Ia ingin mengatakan kepada kita bahwa segala hal yang kita butuhkan dan kita cari dalam hidup kita ada di dalam Dia. Bukan cuma itu, Ia adalah Sang Maha. Jika kita cari kekuatan, Ia adalah Yang Paling Kuat. Jika kita cari kesembuhan, Ia adalah Sang Maha Penyembuh. Tidak salah jika Yesus mengatakan di Matius 6:33, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”
Tidak ada tempat yang lebih tepat untuk kita berpaling pada saat kita membutuhkan pertolongan selain Tuhan. Ia memiliki segala yang kita butuhkan. Bukankah setiap kali kita menjauh dariNya kita selalu merasa tidak berdaya? Mengapa? Karena kita menjauh dari Sumbernya.
Kedua, bangsa Israel sangat menguduskan kata Yehova (Yahweh). Di Taurat, kata tersebut hanya ditulis singkatannya (YHWH) sebagai bentuk pengudusan. Sebagai gantinya, mereka menyebut Tuhan dengan Adonai yang kira-kira artinya adalah tuan. Mengapa? Karena bangsa Israel memang sejak dahulu selalu menolak Tuhan (Yer 15:6).
Bahkan baru saja mereka keluar dari perbudakan di tanah Mesir, mereka langsung menolak panggilan Tuhan pada waktu Tuhan ingin menurunkan 10 PerintahNya dengan tidak naik ke gunung tersebut dan malah membikin patung lembu emas untuk disembah.
Kata Yahweh sebenarnya sebutan khas atau yang paling tepat mewakili Tuhan pada saat ia menyatakan diriNya pada Musa dengan berkata, “Aku adalah Aku” (Keluaran 3:14). Kata tersebut memiliki arti segala keberadaan dan kehadiran Tuhan. Artinya, sebenarnya sejak dulu Ia ingin dekat dengan umatNya, tetapi mereka menolak Dia, diwakili dengan penyebutan yang salah. Seharusnya nama TUHAN (YHWH) mewakili kehadiranNya diganti dengan Adonai yang sebenarnya mewakili tuan pada umumnya.
Saya sendiri tidak ingin masuk pada pusaran bagaimana menyebut nama Tuhan yang benar. Kita harus kembali pada tujuan asalnya mengapa Tuhan menyatakan dirinya secara menyeluruh kepada kita supaya kita mengenal Dia sebagai Pribadi yang mampu diandalkan. Di dalam Dia tidak ada masalah yang tidak mampu diselesaikan.
Juga Ia ingin kita mengenalNya secara intim dengan tiap kehadiranNya yang nyata dalam hidup kita. Jangan kita meniru kegagalan bangsa Israel dengan menolak panggilanNya dalam hidup kita. Sebenarnya adalah sebuah kebodohan menolak mengenal Tuhan, karena justru kita yang rugi karena menolak setiap kemahakuasaanNya.
Dalam Perjanjian Baru, Tuhan menyatakan diriNya secara sederhana dengan sebutan Bapa. Saya pikir kita dapat memanggilNya dengan sebutan yang sederhana itu. Bapa adalah sebutan yang sangat dekat dan melekat dengan kita, bukti bahwa Ia tidak ingin memiliki halangan apapun dalam hidup kita.
Tetapi bukan berarti sebutan tersebut tidak mengandung makna kuasa. Seorang anak kecil sangat mengerti arti hal ini. Bagi anak kecil, bapanya adalah segala-galanya. Jika ia jatuh dan merasa sakit, ia akan lari pada orang tuanya. Jika ia lapar ia akan menangis dan memanggil orang tuanya. Jika ia berkelahi, ia akan mengadu pada orang tuanya. Itulah Bapa kita. Tempat dimana kita dapat melakukan apapun tanpa merasa dihakimi, tempat dimana kita merasa tenang.
Masihkah kita mau mencari yang lain?









Shalom semangat pagi, ini adalah pandangan dan pemahaman yang sangat menyejukkan dihati para pembaca dan pendengar, karena yang Tuhan mau dalamnhidup kita adalah mrnjadi pembaca Kedamaian seperti ya telah Tuhan Yesua berikan teladan kepada kita dan bukan saling bertengkar dan paling menghakimi karena menghakimi adalah *HAK PREROGATIFNYA TUHAN*
Karena itu mari kita melakukan yang terpenting dan terutama dalam hidup ini selagi nafas masih dikandung badan yaitu sesuai Firman Tuhan menjaga hubungan yang baik dengan kontinyu *SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL* (Hubungan kita dengan Tuhan kita dan hubungan kita dengan sesama kita). Dan inilah perwujudan KASIH yang sesungguhnya da Sempurna…… Terimakasih Tuhan Yèsus memberkati kita semua Amin ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏