Apakah anda termasuk orang yang bertanya “Mengapa kehidupanku begitu sulit?” Tidak ada yang aneh pada diri anda. Anda bukanlah satu-satunya orang yang berkata demikian. Namun bukan berarti juga tidak ada yang salah dengan kehidupan kita jika hal itu terjadi. Bagi orang yang dikasihi Allah, Ia ingin untuk selalu turut campur tangan dalam segala hal yang terjadi dalam kehidupan mereka. Jika kita percaya bahwa kita termasuk dalam kumpulan orang tersebut, maka kita percaya bahwa campur tangan Allah pasti akan membawa kebaikan bagi hidup kita. Roma 8:28 berkata,
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Mungkin ada di antara kita yang berkata, “Bukankah aku telah diberi kehendak bebas? Mengapa Ia masih campur tangan?” Maka sebenarnya orang tersebut tidak mengerti tujuan Allah memberikan kehendak bebas dan bahkan mungkin ia bukanlah termasuk dalam orang yang disebut dalam Roma 8:28 tersebut, yaitu orang yang mengasihi Allah. Karena tanpa kehendak bebas, maka kasih manusia tidak akan nyata. Bayangkan jika manusia seperti sebuah robot yang harus mengikuti perintah Allah. Maka tidak ada unsur kasih yang bekerja. Tetapi dengan adanya kehendak bebas, maka manusia dengan kebebasannya akan mengikuti kehendak Allah. Bukan karena terpaksa, tapi karena ia mengasihi Allah. Tentu saja tidak ada kasih yang bertumbuh karena paksaan. Tetapi kasihlah yang membuat manusia bisa melakukan sebuah ketaatan dan pengorbanan.
Roma 8:28 juga berkata bahwa Allah hanya akan turut campur tangan terhadap orang yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Pertanyaannya ialah, apa rencana Allah atas hidup manusia? Matius 5:16 berkata,
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Ia ingin agar kita menjadi terang! Dan terang harus ditaruh di tempat gelap, bukan dalam kumpulan terang, karena tidak akan ada artinya. Bayangkan jika kita memasang lilin di sebuah ruangan yang diterangi lampu ribuan watt. Artinya, jika kita menjaga kehidupan kita untuk tetap benar di hadapan Allah, itu agar orang lain melihat bahwa ada kehidupan Allah yang terjadi dalam kehidupan kita. Selanjutnya, Matius 5:20 berkata,
“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”
Ada sebuah standar yang sangat tinggi yang telah Allah tetapkan dalam hidup manusia. Pertanyaannya, mungkinkah manusia melakukannya? Bayangkan bahwa ahli Taurat dan orang Farisi orang-orang yang sangat rajin dan taat melakukan kehidupan keagamaannya. Jawabannya adalah mungkin. Selanjutnya mungkin kita bertanya, “Bukankah ada begitu banyak perintah di Alkitab? Bagaimana melakukan semuanya?” Amsal 25:2 dan Mazmur 25:14 berkata,
“Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu. “
“TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. “
Kita perlu tahu bahwa Tuhan tidak membiarkan kita sendirian saat melakukan perintahNya. Ia akan menolong kita. Rahasia dari segala sesuatu ialah hubungan dengan Tuhan. Jika kita kehilangan hubungan dengan Tuhan, maka kita akan kehilangan segalanya: makna hidup, visi, damai sejahtera, semangat, kasih, dan sebagainya. Jika seseorang sedang mengalami suatu kondisi yang membuat dirinya menjadi ‘down’, mungkin salah satu akibatnya ialah karena ia tidak sedang dekat dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan ialah kunci atas segala aspek kehidupan kita!







