Baru saja aku menyelesaikan serial Heroes 4. Sungguh suatu kejutan karena seorang Sylar bisa bertobat. Ceritanya bagus, menarik dan membuat orang sedikit ketagihan. Alur cerita Heroes adalah tentang orang-orang yang memiliki kemampuan khusus dan segala intrik yang terjadi. Seperti biasa, ada baik melawan buruk.
Namun, bukan ceritanya yang aku pikirkan, melainkan hakikat darinya. Heroes berarti pahlawan. Di dalam cerita tersebut, ia adalah orang yang mempunyai ability atau power, alias kekuatan atau kemampuan lebih. Kita tentu tidak bisa menolak definisi sederhana ini. Tapi, jika kita melihat lebih dalam tentang pahlawan sendiri, aku jadi teringat dengan apa yang dikatakan oleh
bapak rohaniku pada kotbah hari Minggu.
Mengambil dari
Wikipedia, Ia menjelaskan bahwa Pahlawan adalah orang yang
menonjol karena
keberaniannya dan
pengorbanannya dalam membela
kebenaran, atau pejuang yang gagah
berani. Penekanan yang diambil adalah kata kunci yang bisa kita renungkan bersama.
Pahlawan adalah orang yang berani. Ini adalah satu kunci mutlak yang harus dimiliki. Berbeda dengan definisi yang sering kali ada pada benak kita, pahlawan seringkali justru berasal dari orang biasa, namun ia berani untuk melakukan sesuatu. Allah telah memberikan kepada kita segala potensi untuk membuat kita bisa menjadi pahlawan-pahlawan di bidang kita. Namun, mengapa kita tidak menyadari hal ini? Karena dosa. Iblis sering menggoda kita untuk melakukan dosa, tujuannya untuk mematikan potensi kita. Ia mencuri potensi kita, membunuhnya dan berusaha membinasakan masa depan kita. Karena di dalam dosa tidak ada keberanian. Kita tentu akan menyadari hal ini pada waktu kita melakukan dosa.

Pahlawan adalah orang yang membela kebenaran. Ibrani 11 mengatakan kepada kita tentang pahlawan-pahlawan Allah. Bahwa di sekeliling kita ada begitu banyak kesaksian dari pahlawan-pahlawan yang seharusnya mampu menginspirasi kita. Mereka adalah pahlawan-pahlawan iman. Mereka percaya bahwa kebenaran Allah adalah yang sejati dan mereka melakukan sesuatu yang luar biasa untuk membuktikannya. Itulah iman, membuat apa yang tidak ada menjadi ada karena kepercayaannya.
Pahlawan juga adalah orang yang rela berkorban. Dan berkorban selalu berhubungan dengan kasih. Orang yang tidak mengasihi tidak mungkin mau berkorban untuk orang lain. Kasih identik dengan pengorbanan. Orang yang tidak melakukan suatu aksi pengorbanan tidak akan menjadi menonjol, dan tentu saja ia tidak layak dikatakan sebagai pahlawan.
Pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta (phala) yang memiliki akar kata sama dengan pahala. Tentunya kita tahu artinya bukan? Pahlawan adalah orang yang melakukan pahala. Orang yang menghasilkan buah dalam hidupnya. Dan seperti yang selalu aku jelaskan pada blog-blogku sebelumnya, berbuah berarti menghasilkan sesuatu untuk orang lain, bukan diri sendiri. Karena buah yang ada di pohon pasti akan jatuh, atau dipetik dan akan dinikmati orang lain, bukan pohon itu sendiri.
Pahlawan adalah orang yang melakukan aksi untuk orang lain, demikian jika aku boleh sedikit menyimpulkan. Tuhan sudah memberikan kepada kita potensi yang cukup untuk menjadi seorang pahlawan. Dan semuanya tergantung kepada kita untuk mengambil keputusan. Mungkin kisah tentang
si Nemin berikut bisa menginspirasi kita lebih lagi, karena seorang pahlawan pasti menginspirasi orang lain. Dan jika ini terjadi, maka apa yang dinamakan sebagai wabah kepahlawanan akan terjadi.
Indonesia masih butuh pahlawan-pahlawan, sama seperti setiap negara, bahkan yang paling adidaya sekalipun di muka bumi, untuk melakukan bagian terbaiknya bagi negaranya! Dan saat itu terjadi, kita akan menjadi sangat bersyukur karena kita boleh diijinkan untuk ambil bagian dalam sebuah kisah kepahlawanan dalam kitab Negarakertagama yang baru, milik Indonesia!
(Gambar diambil dari gerrilya.wordpress.com dan blogspot.com)