Semua orang termasuk kita selalu menginginkan peningkatan dalam hidup. Padahal peningkatan tidak datang dengan sendirinya. Ada usaha yang harus dilakukan. Yesus mengajarkan bahwa jika kita ingin dipercaya dalam perkara yang besar, kita harus terlebih dahulu buktikan bahwa kita mampu dipercaya dalam perkara yang kecil. (Lukas 16:10, Matius 25:21).
Artinya, kepercayaan tidak pernah datang begitu saja. Ia adalah hasil dari setiap keputusan kita dalam bereaksi. Jika kita ingin mendapatkan suatu hal yang lebih dari sekarang, kita harus buktikan bahwa kita dapat dipercaya terhadap apa yang saat ini kita miliki.
Waktu saya mencoba mencari tentang hal ini (dapat dipercaya / dependable), saya menjumpai definisi yang unik dari Wikipedia. Di sana, kata ini dikaitkan terhadap keandalan sebuah sistem. Dikatakan bahwa untuk dapat menjadi handal, maka sebuah sistem harus dicek dari minimal 3 unsur besar, yaitu availability, reliability dan maintainability.
Pertama, availability berkaitan dengan ketersediaan. Sebuah layanan dikatakan tersedia dengan baik jika ia selalu dapat diakses. Jika kita membuka sebuah toko, kemudian dalan sehari cuma dibuka 2 jam, maka kita tidak dapat dikatakan ‘terpercaya’.
Kedua, reliability berkaitan dengan kemampuan untuk memberikan layanan yang sesuai dengan yang diharapkan / dibayangkan. Jika kita diminta unutuk memasak nasi goreng tetapi kita justru memasak mie goreng, maka kita tidak dapat dikatakan ‘terpercaya’. Yesus sendiri mengajarkan kita untuk memberikan layanan yang lebih (prinsip Extra Mile, Matius 5:41).
Ketiga, maintainability berkaitan dengan kemampuan untuk memberikan layanan yang terus menerus. Artinya, meskipun kita memenuhi dua poin di atas tetapi jika tidak berkesinambungan maka kita tidak dapat dikatakan ‘terpercaya’. Dalam hal ini konsistensi adalah faktor pembeda.
Bagaimana caranya agar menjadi orang yang dapat dipercaya? Efesus 6:5-8 berkata,
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.
Pertama, kita harus mampu untuk melakukan segala sesuatu dengan hati yang tulus dan rela. Dalam versi Message disebutkan bahwa kita harus dapat melakukannya dengan hati yang senang. Itulah mengapa sifat Allah adalah damai sejahtera. Ayat tersebut berbicara tentang prinsip kerendahan hati yang mungkin kita sering dengar. Tetapi rendah hati tidak pernah menjadi sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Yesus sendiri telah merendahkan dirinya hingga lebih rendah dari seorang manusia biasa (lahir di kandang, Maria hanya mengorbankan burung, dll. Baca Filipi 2:6-9).
Kedua, kita harus mampu mengalahkan keengganan kita. Ketiga syarat di atas tidak akan pernah dapat kita penuhi dengan usaha yang ringan. Artinya, setiap bentuk kenyamanan kita akan terusik pada waktu kita ingin menjadi orang yang dapat dipercaya. Pada waktu itu keengganan kita untuk berjuang secara lebih akan menjadi penghalang yang kuat. Jika kita mampu memutuskan untuk mengutamakan kepentingan Tuhan daripada keinginan kita, maka kita akan mampu untuk menjadi orang yang dapat dipercaya Tuhan.
Ketiga, kita seharusnya menjadi orang yang tidak terlalu mudah menolak sebuah tanggung jawab, bahkan mungkin seandainya jika kita merasa kita tidak mampu melakukannya. Ingat, tanggung jawab tidak mungkin datang tanpa kepercayaan dari orang lain. Bahkan ekstrimnya, kita lebih memilih untuk pada akhirnya dipecat (karena tidak bisa menjalankan sebuah tanggung jawab) daripada di awal takut dan tidak berani menerima tanggung jawab tersebut. Tuhan membutuhkan orang yang berani berkata ‘ya’ terhadap panggilanNya.
Dapat dipercaya berarti orang tidak akan merasa takut atau kuatir terhadap kita. Di bank, orang tidak akan pernah merasa takut uangnya akan hilang atau berkurang. Untuk mencapai hal tersebut, sebuah bank akan menerapkan prosedur yang sangat rumit. Sebuah kepercayaan memiliki harga yang mahal. Jika kita terbukti dapat dipercaya, maka kepercayaan terhadap kita pasti akan bertambah, baik dari orang yang sama maupun orang yang baru. Namun jika kita gagal dalam sebuah langkah kecil, maka kepercayaan itu akan hilang. Hilangnya sebuah kepercayaan adalah salah satu dari sedikit hal yang susah untuk kembali. Namun pilihannya hanya satu di antara dua. Yang satu membuat kita mendapatkan promosi, yang lain membuat kita degradasi.
(Gambar Dari Berbagai Sumber)






