Tubuh Kristus merupakan warisan Yesus bagi dunia. Namun, gereja saat ini jarang sekali memikirkan atau membahasnya di dalam kotbah-kotbahnya. Padahal terdapat sebuah rahasia yang terkandung di dalamnya sebagai syarat kesuksesan hidup orang Kristen di bumi.
Sejak Yesus naik ke surga, Ia telah mewariskan bumi bagi kita. Mat 28:18-19 berkata, “Yesus mendekati mereka dan berkata: ” Kepada- Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid- Ku…” Apa hubungannya dengan Tubuh Kristus? Saat Yesus berbicara tentang bait Allah, Ia sebenarnya berbicara tentang tubuhNya. Yoh 2:21 berkata, “Tetapi yang dimaksudkan- Nya dengan Bait Allah ialah tubuh- Nya sendiri.” Dan 1 Kor 3:16 berkata, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Jadi kita adalah bait Allah. Sama seperti tubuh kita dibentuk dari sel-sel, demikian juga tubuh Kristus. Kita adalah tiap sel-sel itu. dr. Paul Brand, dalam bukunya “Fearfully and Wonderfully Made” menggambarkan hubungan ini dengan sangat indah. Berikut beberapa poin yang akan menginspirasi kita dalam menjadi bagian dari tubuh Kristus.
Pertama, dalam tubuh tidak ada satupun yang memberitahu sebuah sel bahwa trilyunan sel lainnya dalam tubuh adalah kawannya sehingga jika ada sel asing masuk maka akan ada mekanisme pertahanan yang dimunculkan. Apa rahasianya? Jawabannya adalah DNA. Tiap sel mengandung kode DNA yang sama persis. Dan sebuah DNA jika diuraikan secara melebar mungkin hanya selebar es batu, tetapi jika memanjang kira-kira sepanjang jarak antara bumi-matahari bolak baik sebanyak 400 kali.
Di dalam diri kita sudah tersimpan DNA Kristus. Itulah sebabnya, Rasul Paulus berkata, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…” (Galatia 2:20) Kita semua memiliki sifat Kristus. Itulah dasar dari perbuatan baik kita dan kekudusan kita. Bukan supaya selamat. Saat Allah melihat kita, Ia melihat Kristus.
Kedua, bagaimana sebuah organ (misalnya jantung) dapat bekerja? Rahasianya terletak pada kemampuan setiap sel untuk bekerja secara berirama. Dari awalnya, kehidupan ini sudah punya kecenderungan dan kebutuhan untuk hidup secara berirama (ritme), bukan hanya terhadap dirinya sendiri tetapi juga sekelilingnya. Pelanggaran terhadap hukum ini akan mengakibatkan konsekuensi alami berupa masalah, bukan kutukan superstisial seperti yang selama ini kita pahami. Jika ada 1 sel saja yang tidak bekerja secara berirama, maka seluruh organ tidak akan bekerja. Bahkan jika fungsi filtrasi darah di ginjal tidak bekerja, dalam hitungan detik kita akan mati.
Masing-masing kita memiliki tugas dalam tubuh Kristus. Ia telah memberikan kita karunia jawatan untuk membuat kita berfungsi. Apa fungsi jawatanmu? Bagi yang belum mengenalinya, ada sebuah tes yang dapat diambil. Hubungi saya untuk melakukannya. Hal ini sangat penting, karena 1 sel saja sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, begitu juga 1 orang terhadap tubuh Kristus. Efesus 4:11-16 berkata,
Dan Ialah yang memberikan baik rasul- rasul maupun nabi- nabi, baik pemberita- pemberita Injil maupun gembala- gembala dan pengajar- pengajar, untuk memperlengkapi orang- orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak- anak, yang diombang- ambingkan oleh rupa- rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada- Nyalah seluruh tubuh,– yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap- tiap anggota– menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Ketiga, Sebuah sel yang membangkang (baca: tidak berjalan dalam harmoni) lama kelamaan akan menjadi kanker. Ia akan terus berkembang dan menjadi mematikan. Mengapa kita berbeban berat? Matius 11:29 (MSG) berkata, “Walk with me and work with me—watch how I do it. Learn the unforced rhythms of grace. I won’t lay anything heavy or ill-fitting on you.” Jawabannya karena kita tidak sedang bekerja dalam ritme kasih Karunia.
Ritme kasih karunia berbicara tentang mengasihi. Bukankah itu yang selalu diajarkan dan ditekankan firman Allah. Yohanes 13:34 berkata, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Perintah baru inilah yang menggantikan hukum taurat. Baca blog saya sebelumnya.
Keempat, 1 Korintus 12:23-25 berkata, “Dan kepada anggota- anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota- anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota- anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota- anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota- anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.”
Mungkin jantung, ginjal, paru-paru tidak seelok hidung, mulut, atau anggota tubuh kita yang kelihatan. Tapi lucunya, organ-organ tersebut selalu bekerja tanpa kita suruh. Bahkan pada waktu kita tidur sekalipun. Apa yang terjadi jika ia berhenti? Demikian berarti tidak ada satupun anggota yang kurang penting dibanding yang lain. Tanpa dirinya, anggota tubuh lainnya akan kesusahan.
Bahkan sebenarnya bahaya utama penyakit kusta bukan terletak pada virusnya, tetapi karena sel syaraf menjadi mati sehingga saat kita berjalan dan tersandung, kita tidak merasa apa-apa. Akhirnya ia membengkak dan menjadi jaringan mati yang membusuk dan harus diamputasi.
Menjadi anggota tubuh Kristus berarti berjalan dalam ritme yang telah ditentukan kepala (Yesus Kristus) dan berfungsi sesuai dengan tugas dan potensi yang telah ditaruhNya dalam hidup kita. Rahasia mengapa sebuah sel dapat melakukan sebuah fungsi spesialisasi khusus (misalnya melihat, membau, meraba, dll) terletak pada rekam DNA yang ternyata disalin secara tepat kepada semua sel. Inilah dasar dari teori kloning modern. Artinya, dalam tiap sel terdapat seluruh potensi penuh dari diri kita, meskipun tidak semua digunakan. Dalam buku tersebut, dr. Paul Brand menganalogikan jika DNA seperti sebuah buku kumpulan instruksi kinerja tubuh yang sangat tebal, mungkin untuk sel jantung, ia akan menjalankan instruksi dari Bab 4, sedangkan sel ginjal akan menjalankan Bab 25, dan seterusnya. Demikian juga kita memiliki seluruh potensi Illahi untuk dapat bekerja sesuai kehendakNya. Kolose 1:15-18 berkata,
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
Intinya hanya satu. Jika kita melakukan sesuatu tetapi tidak berfokus pada Kristus, maka kita tidak sedang menjadi anggota tubuh yang baik. Setidaknya ada empat hal yang dapat kita lakukan supaya kita menjadi anggota tubuh Kristus yang baik.
- Baca injil. Mengapa? Karena injil menceritakan tentang Kristus. Bagaimana kita dapat berfokus pada Kristus kalau kita tidak mengenal Dia? Seluruh kitab di Alkitab memiliki korelasi tersendiri tentang Kristus. Tetapi yang paling gamblang adalah injil. Jika tidak mengerti tetaplah membaca, lama kelamaan anda akan mengerti.
- Ikuti beban Kristus. Ia pernah berkata dalam Matius 16:18 bahwa Ia akan membangun jemaatNya. Setiap kita harus tergabugn dalam komunitas untuk membangun. Artinya kita harus aktif. Simpatisan dalam sebuah komunitas atau gereja sebenarnya seperti sel kanker yang tidak mengikuti aturan yang ada.
- Muridkan. Itu adalah amanat agungNya. Pemuridan akan membuat kita memiliki energi untuk terus bergerak. Pemuridan bukan berbicara tentang konseling atau curhat. Tetapi pemuridan berbicara tentang mengajak orang lain untuk mengikuti teladan Kristus.
- Menjadi garam dan terang dunia. Ada satu kenyataan tentang hal ini, yaitu mereka baru dapat berfungsi jika berada di kondisi yang ekstrim dengan sifat mereka. Terang baru berfungsi jika berada di tempat gelap, begitu juga garam di tempat yang hambar. Garam yang berada di tempat yang asin akan menjadi pahit. Artinya, kita harus berani ekstrim untuk dapat menjadi garam dan terang. Kedua, kita harus bisa berprestasi, karena hanya orang yang berprestasi yang sinarnya akan dilihat. Jika hanya menjadi biasa-biasa saja, maka kita tidak akan pernah memperlihatkan Kristus di lingkungan kita.
(Gambar dari niehs.nih.gov dan socialmediaexaminer.com)






