Dan Rasul Paulus menjelaskan tentang bagaimana sifat kasih dalam 1 Korintus 13 dengan sangat gamblang. Ia mengawali pasal tersebut dengan penjelasan bahwa tanpa kasih, semuanya sia-sia. Bahkan ia mengakhiri pasal tersebut dengan berkata bahwa kasih lebih besar daripada iman dan pengharapan. Mungkin kita agak bingung menjelaskan kaitan akan ketiga hal ini. Namun sebenarnya ketiga hal itu ialah syarat untuk mencapai rencana Allah dalam kehidupan kita. Iman membuat kita tetap percaya meskipun tidak melihat, sehingga kita tetap berjalan meskipun tidak tahu bagaimana melangkah. Pengharapan berbicara tentang sesuatu yang timbul akibat pengalaman. Jika kita pernah ditolong Allah sekali, maka kita percaya dan berharap bahwa Ia akan menolong kita lagi. Namun, di atas semuanya, yang membuat kita tetap berjalan menggenapi rencana Allah ialah kasih kita kepadaNya. Rasul Paulus menjelaskan tentang kasih sebagai berikut.
- Kasih itu sabar.
- Kasih itu murah hati.
- Kasih tidak cemburu.
- Kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
- Kasih tidak melakukan yang tidak sopan.
- Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri.
- Kasih tidak pemarah.
- Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain.
- Kasih tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
- Kasih menutupi segala sesuatu.
- Kasih percaya segala sesuatu.
- Kasih mengharapkan (yang terbaik) segala sesuatu.
- Kasih sabar menanggung segala sesuatu.
- Kasih membuat kita bergerak (berfungsi). Jika kita mengasihi seseorang, kita tidak akan menahan diri untuk melakukan sesuatu bagi orang tersebut. Karena pada dasarnya manusia dapat menilai, apa yang baik dan yang terbaik yang mampu ia berikan. Sehingga kasih akan membuat kita menjadi orang yang berdampak bagi sekeliling kita.
- Kasih mampu membuat kita bersikap benar. Contohnya adalah Tuhan Yesus ketika memporakporandakan pasar di Bait Suci. Meskipun kelihatan kasar dan tidak sopan, namun kasih kepada BapaNya yang membuat Ia melakukan hal itu. Kasih membuat kita tahu bagaimana bereaksi terhadap sesuatu dan kapan melakukannya. Kisah tersebut juga menunjukkan bahwa kasih tidak hanya bersifat lembut, namun juga siap untuk melakukan hal-hal lain.
- Kasih membuat kita percaya (1 Korintus 13:7). Kasih seharusnya membuat kita percaya kepada orang yang kita kasihi. Bahkan percaya tersebut kadang membuat kita harus melakukan apa yang kita tidak sukai. Melakukan apa yang tidak kita percayai. Namun kasih memang memampukan kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Karena kasih Allah yang begitu besar, Ia percaya bahwa manusia masih layak untuk menggenapi rencanaNya di muka bumi, Ia rela berkorban untuk menebus dosa manusia (Yohanes 3:16). Namun berapa banyak di antara kita seringkali tidak percaya dengan apa yang orang lain katakan? Terutama orang yang dekat dengan kita. Seharusnya kita mampu untuk berpikir bahwa “Jika orang tersebut mengasihiku, ia tidak akan mengharapkan yang jelek terjadi dalam hidupku, ia pasti ingin yang terbaik dalam hidupku” (Lihat poin 6 dan 12 di atas). Bagiku, aku sangat percaya kepada orang-orang tertentu. Bahkan apapun akan kulakukan dan kuberikan untuknya.
Pages: 1 2





