Ternyata hierarchy juga berarti ‘rule or dominion‘. Mari kita telaah lagi. Kemuliaan berkaitan dengan hiero yang berkaitan dengan hierarchy yang berkaitan dengan dominion. Kemuliaan berkaitan dengan kesempurnaan (seperti telah dijelaskan di atas) dan kesempurnaan berkaitan dengan imamat yang rajani. Kata raja berbicara tentang kekuasaan (dominion). Artinya, kekuasaan berkaitan dengan kesempurnaan. Allah sendiri menunjukkan kekuaasaanNya dengan kesempurnaanNya. Mari kita buktikan. Pada Kejadian 1, Ia menciptakkan langit, bumi dan segala isinya. Setiap kali Ia selesai menciptakan, Ia mengatakan bahwa ciptaannya tersebut adalah baik. Kata baik dalam bahasa Ibrani tersebut ialah ‘tob‘. Kata tersebut memiliki beberapa arti sebagai berikut.
- practical, economic, or material good
- abstract goodness such as desirability, pleasantness, and beauty
- quality or expense
- moral goodness
- technical philosophical sense
Lihat arti ketiga dari kata tersebut. Ternyata masih berkaitan dengan kualitas. Dan sekali lagi membuktikan bahwa kualitas memiliki kaitan erat dengan kekayaan (bandingkan arti pertama dan ketiga). Pertanyaannya, kualitas atau kesempurnaan siapa? Bagaimana? Ternyata ialah kesempurnaan Allah yang terpancar dalam hidup kita. Dalam Galatiaa 2:20, Rasul Paulus mengakui bahwa manusia memang tidak sempurna karena berada dalam daging. Namun, mungkinkah seorang manusia hidup dalam kekudusan?
Hal ini tergantung dari definisi dari kekudusan yang kita miliki. Rasul Paulus berkata bahwa hidupnya di dalam daging ialah hidup oleh iman. Ia juga sempat berkata bahwa ia terus berjuang melawan keinginan lain yang terus melawan keinginan Roh. Artinya, ia sedang tidak berada pada kondisi kesempurnaan. Masih ada kesalahan-kesalahan yang ia lakukan. Namun ia beriman bahwa ia bisa. Mengapa? Di ayat 21, ia berkata tentang kasih karunia. Ya, karena Allah telah memberikan kasih karunia. Kasih karunia berarti sesuatu yang tidak dapat kita miliki dan kita capai, namun diberikan. Artinya, kekudusan tersebut juga dikaruniakan oleh Kristus. Itulah mengapa Rasul Paulus berkata bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Galatia 2:21 juga berkata bahwa jika ada kebenaran dalam hukum taurat, maka sia-sialah kematian Kristus. Kita mengerti bahwa hukum taurat berisi segala peraturan yang begitu banyak dan jika satu dilanggar maka kita berdosa. Namun Rasul Paulus yang mengatakan bahwa ia adalah golongan Sanhedrin yang sangat taat kepada peraturan (dan ia berhasil melakukannya) mengatakan bahwa tidak ada kebenaran (atau keselamatan) dalam hukum taurat. Karena hukum taurat hanya menuntun kepada kebinasaan (karena begitu ketatnya sehingga sulit sekali untuk tidak berbuat dosa jika kita berada dalam hukum taurat). Sehingga, hanya Kristuslah jawaban dari hukum taurat.
Ayat tersebut di atas juga berarti bahwa Rasul Paulus juga tidak sedang berada pada kondisi sempurna. Ia sedang berusaha untuk sempurna. Jika kita merujuk kembali pada kata hiero yang berkaitan dengan hierarchy, maka kita tahu bahwa ada pembagian kasta atau tingkatan. Artinya, kesempurnaan tidak menunjukkan hanya ada dua kondisi, yaitu sempurna dan tidak. Tetapi mungkin ada kondisi agak sempurna, agak tidak sempurna, dan seterusnya. 1 Petrus 1:14 berisi ajakan untuk hidup kudus/sempurna. Juga, Yesus berkata dalam Matius 5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Ayat-ayat tersebut berisi himbauan atau ajakan. Artinya, orang yang dihimbau belum memiliki hal tersebut.
Jadi kehidupan kita di dunia adalah tentang proses, yaitu untuk menjadi sempurna. Apakah mungkin kita menjadi sempurna? Jawabannya adalah mungkin. Karena tidak mungkin Allah memberikan perintah yang tidak dapat dilakukan oleh umatNya. Oleh karena itu, kita harus terus berusaha untuk mencapainya. Karena kesempurnaan berarti juga berkuasa (dominion) seperti telah dijelaskan di atas yang merupakan tujuan hidup manusia. Kuncinya adalah hidup dari, oleh dan untuk Tuhan (Yohanes 1:3, Roma 11:36, Kolose 3:23). Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita akan berkualitas dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Setiap saat kita tidak memberikan progress, maka saat itu juga kita sedang mati ~ Victor Julian Lipesik
Pages: 1 2






Profesi Kita Yang Sebenarnya « The Leipzic Way
[…] yang terutama adalah bahwa bumi ini harus dikuasai (perintah pertama Allah kepada manusia adalah untuk berkuasa / Kejadian 1:26-28). Hanya orang-orang yang memiliki keahlianlah yang bisa berkuasa. Tidak ada […]