Padahal, proses regenerasi sebenarnya membuat para penerus untuk tidak perlu melakukan proses-proses tertentu yang sebelumnya harus dialami (yang biasanya sangat berat) oleh pendahulunya. Dengan kata lain, mereka akan memperoleh jalan pintas. Mendokumentasikan segala sesuatunya sebenarnya adalah suatu bentuk regenerasi yang baik. Manusia akan lapuk di makan jaman. Tapi jika sesuatu sudah didokumentasikan, itu akan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Dan, dalam hal ini kita harus belajar banyak dari saudara kita orang Barat. Mereka adalah bangsa yang rajin menulis maupun mendokumentasikan segala sesuatu dalam berbagai media. Bayangkan, hampir sebagian besar literatur tentang budaya, kesenian, sejarah dari Indonesia adalah tulisan dari orang Belanda.
Yang terpenting di sini ialah memiliki kebiasaan untuk melakukan proses regenerasi. Jika kita memiliki anak, ajari mereka segala hal yang kita miliki atau mengerti. Bangsa Israel adalah contoh yang baik tentang proses regenerasi. Mereka memiliki kebiasaan untuk menceritakan hal-hal yang terjadi pada nenek moyang mereka pada waktu makan malam, saat seluruh keluarga berkumpul. Tidak heran mereka memiliki sejarah yang tetap terjaga sampai sekarang. Bahkan sebenarnya seluruh tokoh di Alkitab memiliki orang yang mereka ‘bapai’. Tuhan Yesus memiliki 12 murid. Paulus memiliki Timotius dan Titus (serta Filemon). Musa memiliki Yosua. Elia memiliki Elisa.
Dan sebenarnya jika kita menyadari, dua nama terakhir memiliki ‘anak’ yang memiliki arti nama sama dengan Yesus (:Yeshua). Yosua (: Yeshua) dan Elisa (: El-Yeshua). Musa dan Elia adalah dua pemimpin terbesar dari Israel. Mereka dianggap tidak meninggal. Coba hitung, berapa kali dicatat di perjanjian baru mengenai kedua nama ini. Setidaknya, saat Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus sendiri cukup tersohor di sana, masyarakat bertanya, “Engkau Musa atau Engkau Elia yang kami nanti-nantikan?”. Mereka pula yang bertemu dengan Yesus dalam bentuk kemuliaan. Ternyata mereka pun membapai orang-orang yang akhirnya memiliki pencapaian jauh lebih besar dari yang mereka lakukan. Yosualah yang merealisasikan mimpi Musa untuk membawa Israel memasuki Kanaan dan merebutnya. Elisa melakukan semua mujizat yang Elia lakukan sebanyak dua kali lipat. Dan Yesus adalah orang yang menyelamatkan seluruh umat manusia.
Itulah kekuatan pembapaan. Kekuatan sebuah regenerasi. Pada akhirnya, bukanlah siapa yang kuat ia yang menang, tetapi siapa yang berhasil meregenerasi dirinya, itulah yang berkuasa!
(Gambar dari blogspot.com dan hotdog.hu)
Pages: 1 2





