
Apakah anda termasuk orang yang bermasalah dengan teguran? Mungkin anda termasuk orang yang susah ditegur. Atau justru anda agak sungkan saat harus menegur seseorang? Namun ternyata jika kita tidak bijak dalam menyikapinya hal ini dapat menjatuhkan seseorang atau justru diri anda sendiri, dan sebaliknya, saat kita mampu untuk bersikap bijak, kita akan mampu untuk memberikan nilai lebih kepada orang lain.
Aku punya seorang teman yang cukup unik. Sebenarnya ia adalah seorang yang cukup kaku dalam berhubungan. Dia bukan tipe orang yang mampu untuk menjadi pusat perhatian dan dapat menghibur orang lain dengan baik. Bahkan sebenarnya ia adalah orang yang cuek. Dan sebenarnya, ia adalah orang yang sangat sering menegur orang lain. Menurutku itu adalah satu dari sedikit kelebihannya.
Namun yang unik, ternyata ia memiliki banyak orang yang setia kepadanya dan mengasihinya. Itu terbukti dari bagaimana mereka mengadakan kejutan kecil-kecilan di setiap ulang tahunnya, misalnya mengumpulkan komentar dari 200 orang tentang dirinya, dan sebagainya. Awalnya aku tidak bisa memahami dan mengambil kesimpulan dari kehidupannya, sampai suatu ketika, aku juga menjadi obyek tegurannya.
Meskipun sebenarnya itu masalah yang sepele dan sebenarnya aku merasa tidak terlalu salah, tapi entah mengapa waktu itu aku tidak terlalu ingin mempermasalahkannya dan berdebat. Aku langsung turuti saja pendapatnya. Dan tiba-tiba ada hikmat yang terbuka bagi orang sepertiku yang sebenarnya cukup bermasalah dengan teguran, baik ditegur maupun menegur.
Seringkali kita, yaitu orang yang memiliki adat ketimuran cukup kental, menghindari topik ini dan cenderung tidak mempraktekkannya dalam hidup kita. Bukan berarti hal ini salah, tetapi saat kita menerapkannya dengan benar, maka kita justru dapat membuat orang lain menjadi lebih maksimal dalam hidupnya dengan menghindarkannya kepada kesalahan. Ada beberapa hal yang aku dapatkan dan sebenarnya bisa menjadi tips praktis dalam kehidupan kita.
Pages: 1 2





