Apakah anda pernah merasa bahwa pergumulan yang anda rasakan hanya begitu-begitu saja? Ataukah anda merasa hidup anda hanya berada di level yang begitu-begitu saja? Dan anda merindukan untuk bisa menemukan kualitas hidup yang lebih baik? Ini adalah prinsip yang Rasul Paulus Katakan kepada Timotius.
Bacalah 2 Timotius 2. Pasal ini berisi ajakan bagi Timotius untuk mengambil peranan lebih dalam pelayanan. Rasul Paulus berkata “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus“. Mengapa? Menurutku, hal ini disebabkan karena Paulus menganggap Timotius telah cukup dewasa, terutama secara iman untuk mengambil bagian lebih dalam pelayanan. Di pasal sebelumnya, Rasul Paulus berkata kepada Timotius untuk mengobarkan karunia yang ada dalam dirinya. Artinya, sudah saatnya Timotius bukan hanya berfungsi sebagai ‘asisten’ dari Paulus, tetapi menjadi rekan sekerja. Mungkin dahulu ia hanya membantu Paulus. Saat Paulus merintis di suatu kota, ia akan melanjutkan tugas Paulus. Tetapi di sini, Paulus ingin Timotius untuk mengambil bagian lebih. Itulah mengapa ia berkata demikian. Artinya, Paulus mengajak Timotius untuk naik level!
Mengapa kita perlu naik level? Karena hanya dengan naik level maka kepercayaan Tuhan dalam hidup kita juga bertambah. Apa parameternya? Kita mengobarkan setiap karunia yang ada dalam diri kita lebih lagi. Karunia itu bisa berupa talenta atau apapun yang Tuhan sudah percayakan dalam hidup kita tidak peduli seberapa lemah atau belum terasahnya talenta itu. Bagaimana caranya? Rasul Paulus menggambarkannya dengan 3 buah contoh. Seringkali orang memisahkan hal ini, tapi sebenarnya ini adalah hal yang sama.
“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” Pada versi Amplified Bible, prajurit dikatakan adalah ‘first class soldier’ artinya bukan sekedar prajurit, tetapi prajurit yang berpangkat. Apa yang spesial? Ia tidak memusingkan dirinya dengan soal penghidupannya. Dalam versi The Message Bible, dikatakan prajurit militer tidak mengurusi hal sipil. Artinya ia berfokus pada apa yang ia kerjakan. Dan dengan itu ia memperoleh mahkotanya, yaitu perkenanan komandannya.
“Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” Mahkota juara tidak diberikan kepada seorang pelari yang tidak mengikuti lintasannya. Jika ia memotong jalur yang ada, ia akan didiskualifikasi meskipun mencapai garis finish pertama kali. Artinya, hanya seseorang yang tetap berada pada jalur yang benar meskipun apa yang dilakukannya itu beratlah yang berhak untuk memperoleh mahkota.
“Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” Mahkota petani, yaitu panen hanya berhak diterima oleh petani yang telah bekerja keras. Semua mahkota, yaitu hasil hanya dapat diterima oleh orang yang telah dengan setia melakukan tugasnya dengan baik. Dan pada ayat-ayat selanjutnya, Rasul Paulus menceritakan bagaimana ia telah setia pada tugasnya untuk memberitakan injil bahkan sambil menanggung penderitaannya.
Pages: 1 2





