Hampir tiap orang memilikinya. Tidak ada orang yang tidak sombong. Oleh karena itu, tidak ada satupun buku rohani atau buku apapun yang berani mengulasnya. Coba teman-teman periksa di toko buku apapun… Apakah ada buku yang secara khusus membahas tentang itu?
Karena pada dasarnya, kita cuma tahu teorinya saja. Tapi begitu dipraktekkan, kita terlalu sering jatuh didalamnya…
Seseorang yang membanggakan dirinya sendiri, tentu ia sudah sombong. Seseorang yang sering menceritakan kehebatannya, tentu ia sudah sombong. Seseorang yang suka menjelek-jelekkan orang lain, tentu ia sudah sombong. Seseorang yang membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain, tentu ia sudah sombong. Seseorang yang tidak berani melakukan sesuatu, mungkin ia sudah sombong…
Terlalu banyak hal yang bisa mengindikasikan kesombongan kita… demikian juga aku, aku mau katakan bahwa aku adalah orang yang sombong… Mungkin aku bukan orang yang banyak berkata-kata, tapi aku sering membandingkan orang lain dengan diriku sendiri… Aku sering menjatuhkan judge (penilaianku) terhadap orang lain…
Namun, kita, kita hidup untuk Tuhan… Semakin hari kita harus semakin sempurna dihadapan Tuhan… Bukan berarti kita tidak boleh jatuh, tapi inget, kita harus semakin (berarti progressnya) sempurna… tiap kali, kita harus memiliki development dalam diri kita… sama seperti rasul Paulus yang mengatakan bahwa “aku melatih diriku sedemikian rupa…” “yang kuusahakan ialah untuk memimpin tiap-tiap orang menjadi serupa seperti Kristus” so, teman-teman, berusahalah, sama-sama dengan aku untuk selalu berusaha untuk selalu mengalahkan kesombongan.
Karena, bagi seseorang yang sukses dan berhasil, dia sering bisa menjadi sombong… hati-hati… Musuh orang sukses bukan kemiskinan, tapi kesombongan… Aku percaya teman-teman semua adalah orang yang sukses, bukan?
Inget, Tuhan tidak suka kemuliaanNya dicuri! Inget raja Herodes ditampar Tuhan gara-gara ada orang yang mengatakan suaranya seperti suara tuhan? Tuhan sangat tidak suka ada yang menyamaiNya di dalam hidup pribadi seseorang! Kesombongan berarti menjadikan diri kita sendiri sebagai berhala dalam diri kita sendiri…
Satu hal yang harus kita tanamkan dalam diri kita sendiri adalah bahwa kita dulunya hanyalah sampah, yang dipungut oleh Tuhan Yesus, dan diberikanNya kekuatan untuk melakukan tugasNya yang mulia untuk kepentinganNya. Lakukanlah segala sesuatu hanya untuk Tuhan! Inget, kita bukan siapa-siapa sampai Tuhan menyelamatkan hidup kita! Segala kemuliaan hanyalah untuk Tuhan, pencipta langit dan bumi, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, Allah kita, Yang kita sembah. HALELUYA!!!
(taken from my primitive blog at friendster, 12-01-2006 at 09:40 AM)





