Kita ada ini bukan karena kebetulan, tapi karena prakarsa Illahi. Kita ada karena Allah ingin agar kita mencapai visi yang Tuhan tanamkan dalam kehidupan kita.
Luk 14:28-33
“Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan perkerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak dapat mneyelesaikannya. Atau raja manakah yang kalau mana pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengna sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang diantara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu.”
Sering kali kita hanya menangkap ayat ini sebagai sesuatu yang dangkal. Sebenarnya, Tuhan Yesus sedang berbicara bahwa, saat tiap orang mengambil komitmen untuk mengikuti Yesus, ia harus mengerti, bukan cuma mengerti, tapi juga memperhitungkan konsekuensi dari mengikuti Yesus, karena, saat seseorang mau mengikuti Yesus, ia harus melepaskan segala sesuatu yang ia miliki. Dan konsekuensi dari hal itu mungkin adalah bahwa kita akan kehilangan kesejahteraan, status kita, semuanya!
Begitu banyak anak Tuhan yang tidak mau Tuhan menyentuh area-area tertentu dalam kehidupannya. Contoh : Ada orang yang berkata, Aku rela melepaskan segala sesuatu, asal, jangan pacarku, dsb. Atau saat kita tidak memprediksi akan semua konsekuensi yang mungkin terjadi saat tiap kali kita memutuskan suatu hal, sebenarnya kita sedang memiliki area itu. Atau saat kita masih hitung-hitungan tentang beberapa hal, sepertinya kita adalah Abraham yang menawar-nawar murka Tuhan atas Sodom dan Gomora, maka, kita juga sedang memiliki area itu!
Terbukalah! Jangan memiliki sesuatu hal apapun yang kita masih privatisasi (memilikinya secara pribadi) hal itu. Seandainya, jika janji Tuhan telah digenapi dalam kehidupan kita, yaitu kita terus menjadi kepala dan bukan ekor, kita sudah ada dalam keadaan yang mapan, masihkah kita mau bergantung kepada Tuhan? Atau kita masih berpikir bahwa ada 1 hal dalam hidup kita yang tidak mungkin atau tidak boleh diambil dalam kehidupan kita? Maka, hal itu tidak akan menjadi sesuatu yang menyenangkan Tuhan lagi, tapi menjadi sesuatu kejijikan di mata Tuhan.
Manusia seringkali merasa tidak nyaman atas banyak hal. hal ini karena masih ada area yang tidak mau dia serahkan untuk kepentingan Tuhan. Lalu, untuk apa dia berkomitmen kepada Tuhan bahwa dia mau menjadi muridNya? Karena Tuhan tidak akan menganggapnya.
Kalau kita tidak mengerti kebenaran ini, kita akan menjadi anak Tuhan yang murahan!
Yoh 6:37-39 “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya, kepada-Ku jangan hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir jaman.”
Tuhan, datang ke muka bumi, datang kepada lingkungan dengan kultur budaya yang baru, tapi Tuhan tidak membiarkan dirinya terpengaruhi apalagi mengikuti kultur budaya dunia ini. Paradigma dunia seringkali telah mempengaruhi kita, Anak Tuhan, sehingga kita tidak bisa berbuat maksimal dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus selalu berkata bahwa apa yang dia inginkan dan lakukan adalah melakukan kehendak BapaNya!
Paradigma dunia akan otomatis masuk saat kita mulai kompromi terhadap hal itu. Oleh karena itu, Tuhan Yesus benar-benar memfilter apa yang masuk dalam dirinya. Apa yang ditawarkan kepadanya selalu dibandingkan dengan kepentingan misi. Apakah paradigma dunia itu “Worth It!” atau setara dengan misi yang Tuhan tempatkan. Kelihatannya hal ini adalah sesuatu yang sangat keras. Bahkan, orang-orang yang ada di sekelilingNya pun berkata demikian.
Tapi apa kata Yesus di Yoh 6:63 “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Tuhan ingin agar kita bisa mencapai apa yang Dia rencanakan dalam kehidupan kita. Dan itu membutuhkan Roh yang kuat. Marilah kita berkata, bahwa apapun yang terjadi, kita tidak akan menjadi tawar dan tetap akan mengikut Tuhan. Tiap-tiap kita, suatu saat akan dihadapkan pada situasi dimana dia harus “menarik kereta”. Artinya adalah kita dihadapkan pada keadaan dimana kita harus menghidupi “anak-anak” kita. Siapapun itu. Jangan sampai saat kita hanya diatas kereta, kita harus ambil proses tersebut. Kalau tidak, justru kita yang akan ditarik kereta. Seorang pengikut Kristus sejati, dia akan mengarahkan segala pandangannya kepada Kristus. Artinya, segala sesuatu yang dia lakukan adalah untuk kepentingan Kristus. Dia hanya mau melakukan kalau Kristus ingin dia melakukannya.
Alkitab berkata bahwa kita harus mengusahakan kesejahteraan kota dimana kita ada. Allah sangat ingin agar kita bisa membantu orang lain. Bantulah orang lain selama kita bisa bantu. Mulai dari yang paling dekat, paling dasar yang bisa dan wajib kita berikan adalah Firman!
Mazmur 101
“…Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela…Kejahatanpun aku tidak mau tahu…” Kita belajar dari Daud. Tahtanya kokoh karena dia percaya kepada Tuhan. Kongkritnya adalah dia membenci kejahatan, dia memerangi kedursilaan. “…Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan…” dst… Sangat jelas bahwa Daud begitu percaya kepada Tuhan, dan dia memiliki prinsip yang kokoh. Jadikanlah itu juga prinsip kita! Tetapi Daud berkata, “hanya orang-orang yang setiawan yang duduk bersama aku…”
Allah menginginkan umatNya memegang teguh kebenaran. Dia ingin agar kita memiliki hubungan karib denganNya. Dan kita bisa memiliki hubungan karib denganNya kalau kita melakukan kebenaran dalam kehidupan kita.
Kesuksesan kita akan menjadi bukti bagi orang-orang yang hidupnya hanya memikirkan perkara-perkara yang ada di bawah matahari. Namun, bukan itu tujuan utama dari orang yang mengenal Tuhan. Baginya, dia hanya memikirkan bagaimana melakukan prinsip-prinsip Firman Tuhan dalam kehidupannya.
Saat kita mau mengikut Kristus, tidak akan ada lagi agenda-agenda tersembunyi dalam kehidupan kita. Kita mau untuk membantu orang lain, memimpin mereka dan membawa mereka kepada Kristus!
Luk 14:28-33
“Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan perkerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak dapat mneyelesaikannya. Atau raja manakah yang kalau mana pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengna sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang diantara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu.”
Sering kali kita hanya menangkap ayat ini sebagai sesuatu yang dangkal. Sebenarnya, Tuhan Yesus sedang berbicara bahwa, saat tiap orang mengambil komitmen untuk mengikuti Yesus, ia harus mengerti, bukan cuma mengerti, tapi juga memperhitungkan konsekuensi dari mengikuti Yesus, karena, saat seseorang mau mengikuti Yesus, ia harus melepaskan segala sesuatu yang ia miliki. Dan konsekuensi dari hal itu mungkin adalah bahwa kita akan kehilangan kesejahteraan, status kita, semuanya!
Begitu banyak anak Tuhan yang tidak mau Tuhan menyentuh area-area tertentu dalam kehidupannya. Contoh : Ada orang yang berkata, Aku rela melepaskan segala sesuatu, asal, jangan pacarku, dsb. Atau saat kita tidak memprediksi akan semua konsekuensi yang mungkin terjadi saat tiap kali kita memutuskan suatu hal, sebenarnya kita sedang memiliki area itu. Atau saat kita masih hitung-hitungan tentang beberapa hal, sepertinya kita adalah Abraham yang menawar-nawar murka Tuhan atas Sodom dan Gomora, maka, kita juga sedang memiliki area itu!
Terbukalah! Jangan memiliki sesuatu hal apapun yang kita masih privatisasi (memilikinya secara pribadi) hal itu. Seandainya, jika janji Tuhan telah digenapi dalam kehidupan kita, yaitu kita terus menjadi kepala dan bukan ekor, kita sudah ada dalam keadaan yang mapan, masihkah kita mau bergantung kepada Tuhan? Atau kita masih berpikir bahwa ada 1 hal dalam hidup kita yang tidak mungkin atau tidak boleh diambil dalam kehidupan kita? Maka, hal itu tidak akan menjadi sesuatu yang menyenangkan Tuhan lagi, tapi menjadi sesuatu kejijikan di mata Tuhan.
Manusia seringkali merasa tidak nyaman atas banyak hal. hal ini karena masih ada area yang tidak mau dia serahkan untuk kepentingan Tuhan. Lalu, untuk apa dia berkomitmen kepada Tuhan bahwa dia mau menjadi muridNya? Karena Tuhan tidak akan menganggapnya.
Kalau kita tidak mengerti kebenaran ini, kita akan menjadi anak Tuhan yang murahan!
Yoh 6:37-39 “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya, kepada-Ku jangan hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir jaman.”
Tuhan, datang ke muka bumi, datang kepada lingkungan dengan kultur budaya yang baru, tapi Tuhan tidak membiarkan dirinya terpengaruhi apalagi mengikuti kultur budaya dunia ini. Paradigma dunia seringkali telah mempengaruhi kita, Anak Tuhan, sehingga kita tidak bisa berbuat maksimal dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus selalu berkata bahwa apa yang dia inginkan dan lakukan adalah melakukan kehendak BapaNya!
Paradigma dunia akan otomatis masuk saat kita mulai kompromi terhadap hal itu. Oleh karena itu, Tuhan Yesus benar-benar memfilter apa yang masuk dalam dirinya. Apa yang ditawarkan kepadanya selalu dibandingkan dengan kepentingan misi. Apakah paradigma dunia itu “Worth It!” atau setara dengan misi yang Tuhan tempatkan. Kelihatannya hal ini adalah sesuatu yang sangat keras. Bahkan, orang-orang yang ada di sekelilingNya pun berkata demikian.
Tapi apa kata Yesus di Yoh 6:63 “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Tuhan ingin agar kita bisa mencapai apa yang Dia rencanakan dalam kehidupan kita. Dan itu membutuhkan Roh yang kuat. Marilah kita berkata, bahwa apapun yang terjadi, kita tidak akan menjadi tawar dan tetap akan mengikut Tuhan. Tiap-tiap kita, suatu saat akan dihadapkan pada situasi dimana dia harus “menarik kereta”. Artinya adalah kita dihadapkan pada keadaan dimana kita harus menghidupi “anak-anak” kita. Siapapun itu. Jangan sampai saat kita hanya diatas kereta, kita harus ambil proses tersebut. Kalau tidak, justru kita yang akan ditarik kereta. Seorang pengikut Kristus sejati, dia akan mengarahkan segala pandangannya kepada Kristus. Artinya, segala sesuatu yang dia lakukan adalah untuk kepentingan Kristus. Dia hanya mau melakukan kalau Kristus ingin dia melakukannya.
Alkitab berkata bahwa kita harus mengusahakan kesejahteraan kota dimana kita ada. Allah sangat ingin agar kita bisa membantu orang lain. Bantulah orang lain selama kita bisa bantu. Mulai dari yang paling dekat, paling dasar yang bisa dan wajib kita berikan adalah Firman!
Mazmur 101
“…Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela…Kejahatanpun aku tidak mau tahu…” Kita belajar dari Daud. Tahtanya kokoh karena dia percaya kepada Tuhan. Kongkritnya adalah dia membenci kejahatan, dia memerangi kedursilaan. “…Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan…” dst… Sangat jelas bahwa Daud begitu percaya kepada Tuhan, dan dia memiliki prinsip yang kokoh. Jadikanlah itu juga prinsip kita! Tetapi Daud berkata, “hanya orang-orang yang setiawan yang duduk bersama aku…”
Allah menginginkan umatNya memegang teguh kebenaran. Dia ingin agar kita memiliki hubungan karib denganNya. Dan kita bisa memiliki hubungan karib denganNya kalau kita melakukan kebenaran dalam kehidupan kita.
Kesuksesan kita akan menjadi bukti bagi orang-orang yang hidupnya hanya memikirkan perkara-perkara yang ada di bawah matahari. Namun, bukan itu tujuan utama dari orang yang mengenal Tuhan. Baginya, dia hanya memikirkan bagaimana melakukan prinsip-prinsip Firman Tuhan dalam kehidupannya.
Saat kita mau mengikut Kristus, tidak akan ada lagi agenda-agenda tersembunyi dalam kehidupan kita. Kita mau untuk membantu orang lain, memimpin mereka dan membawa mereka kepada Kristus!
(taken from my primitive blog at friendster, 03-17-2007 at 01:50 AM)





