Artinya, kekurangan ide. 1 minggu ini benar2 banyak sekali hal2 yang harus aku kerjakan, terutama yang berhubungan dengan kerjaan pembuatan website. Sampai akhirnya, tidak ada hal yang bisa aku tulis sama sekali. Bukan karena tidak ada waktu, tapi tepatnya tidak ada ide.Mungkin, rekan2 penulis juga menyadari dan pernah mengalami kejadian serupa. Kalau diriku sendiri sih, mungkin ini adalah kejadian kedua. Tapi, rasanya bukanlah seorang penulis kalau tidak menemukan ide untuk menulis. Bahkan, menulis kejengkelanku terhadap diriku yang tidak ada waktu untuk menulis pun adalah sebuah kegiatan menulis.
Ah, sepertinya aku baru tahu apa yang terjadi. Aku sedang terjebak dalam idealismeku. Idealisme yang mengatakan bahwa sebuah tulisan haruslah merupakah sesuatu yang benar-benar berguna, dan biasanya itu adalah sesuatu yang berat, sebuah pemikiran yang mendalam.
Dan sepertinya aku melupakan esensi dasar dari sebuah tulisan, yaitu menuangkan ide. Padahal, bagi seorang penulis sejati (seperti aku, hahahahaha) menulis bukanlah sesuatu yang sulit menurutku. Hanya dengan sebuah kata awal, maka kata2 selanjutnya pun akan muncul.
Sesederhana itukah? Buktinya adalah posting ini… Mungkin bagi write-borned person, yaitu orang2 yang memang dilahirkan untuk menulis, hal ini adalah hal yang mudah. Tapi aku merasa tidak ada istilah write-borned person, karena memang tiap orang tidak dilahirkan dengan kemampuan untuk langsung menulis. Semua orang dilahirkan buta huruf kan?
Jadi, kesimpulannya adalah, bebaskan dirimu, karena menulis adalah sebuah hak asasi. Hak yang diatur juga pada undang-undang dasar ’45 (UUD45).
Ah, sepertinya aku baru tahu apa yang terjadi. Aku sedang terjebak dalam idealismeku. Idealisme yang mengatakan bahwa sebuah tulisan haruslah merupakah sesuatu yang benar-benar berguna, dan biasanya itu adalah sesuatu yang berat, sebuah pemikiran yang mendalam.
Dan sepertinya aku melupakan esensi dasar dari sebuah tulisan, yaitu menuangkan ide. Padahal, bagi seorang penulis sejati (seperti aku, hahahahaha) menulis bukanlah sesuatu yang sulit menurutku. Hanya dengan sebuah kata awal, maka kata2 selanjutnya pun akan muncul.
Sesederhana itukah? Buktinya adalah posting ini… Mungkin bagi write-borned person, yaitu orang2 yang memang dilahirkan untuk menulis, hal ini adalah hal yang mudah. Tapi aku merasa tidak ada istilah write-borned person, karena memang tiap orang tidak dilahirkan dengan kemampuan untuk langsung menulis. Semua orang dilahirkan buta huruf kan?
Jadi, kesimpulannya adalah, bebaskan dirimu, karena menulis adalah sebuah hak asasi. Hak yang diatur juga pada undang-undang dasar ’45 (UUD45).






Setuju berat Nyo..
kadang yang bagi kita dirasa ga berguna, ternyata bagi orla sangat berguna … siapa tau kan,
trus nulis2 ya Nyo .. cc dateng tiap hari lo hohoho
hehehehe, iya, ya… oke, ce, aku g neko2 lagi deh. Apapun yang bisa ditulis ya ditulis, ya ga? hehehehe… ok cece… terus semangat menulis… GBU!!! 🙂