Manakah yang benar? Apakah kita harus bekerja keras atau santai-santai saja? Di satu sisi, kita pasti menyukai keadaan santai, bahkan kalau bisa, tanpa bekerja pun dapat uang. Namun, di sisi lainnya, seseorang tetap harus bekerja, karena tanpa bekerja kemampuan seseorang akan menjadi tumpul dan lama kelamaan orang tersebut akan menjadi mandul dalam menghasilkan sesuatu.
Fenomena ini ditangkap oleh beberapa pebisnis untuk dijadikan peluang usaha, dengan menawarkan keunggulan passive income, yaitu pendapatan yang datang terus menerus, bahkan saat kita tidak bekerja. Namun hal ini akan menjadi sebuah bumerang juga bagi diri kita, karena survey mengatakan bahwa seseorang yang tidak bekerja akan mengalami degradasi otak yang lebih cepat. Biasanya orang-orang seperti ini bahkan karena terlalu nganggurnya sampai-sampai hal-hal yang tidak penting pun jadi diurusi.
Namun, di satu sisi, ada juga tipe orang workaholic, yaitu orang-orang yang gila kerja. Orang-orang seperti ini dapat bekerja lebih dari 12 jam sehari. Bahkan ada yang mencapai 18 jam sehari. Namun hasilnya adalah, umur yang pendek dan juga ketidakbahagiaan dalam hidup.
…Orang yang menguasai dirinya sendiri melebihi orang yang merebut kota…
Mari kita simpulkan. Ternyata menjadi terlalu santai maupun terlalu berat dalam bekerja tidak ada yang baik. Harus ada keseimbangan antara waktu untuk bekerja dan waktu untuk mengurusi hal-hal yang lain, bahkan mengistirahatkan diri kita. Dengan adanya keseimbangan ini, kita dapat mencapai kemaksimalan dalam hidup kita. Keseimbangan yang harus kita capai ada pada berbagai macam aspek kehidupan kita. Pola hidup, gizi, waktu, bahkan jenis hal-hal yang kita urusi.
Meskipun kelihatannya hanyalah sesuatu yang simpel, tapi kita wajib memperhatikan hal ini, karena efeknya yang sangat penting bagi kehidupan kita. Jika kita ingin memiliki kehidupan yang baik, maka pastikan bahwa kita dapat mengatur kehidupan kita sedemikian rupa, sehingga kita dapat mencapai kemaksimalan dalam kehidupan kita.
…Yang satu harus dilakukan, namun yang lain tidak boleh dilupakan..
(sumber gambar dari hr.ucsb.edu)





