Dalam setiap kehidupannya, manusia ternyata benar-benar adalah makhluk hidup yang murni. Ia membutuhkan suatu tempat untuk dapat tumbuh, yang bernama lingkungan. Setidaknya itulah yang kualami akhir-akhir ini.
Jika diibaratkan seperti tanaman, manusia juga membutuhkan lingkungan yang cocok untuk ia dapat bertumbuh. Jika mawar membutuhkan banyak perawatan untuk dapat tumbuh dengan subur, mulai dari air, pupuk dan tanah yang subur, kaktus justru tidak terlalu banyak membutuhkan sentuhan perawatan. Artinya, Tuhan telah menciptakan masing-masing tumbuhan untuk berada pada tempatnya tertentu, untuk mewarnai tempat itu.
Demikian juga manusia, tiap orang akan membutuhkan tempatnya sendiri untuk dapat bertumbuh dengan maksimal. Diriku sendiri, saat ini seperti sedang dicabut dari lingkunganku yang lama. Sangat sakit memang, karena ibarat tumbuhan, diriku telah berakar dengan sangat kuat di lingkungan yang lama. Tapi, sepertinya Tuhan berkata, “Sudah cukup, ini waktunya kamu pindah tempat, anakKu”.
Banyak hal yang terjadi, orang yang mengetahui secara sepihak mungkin akan bilang bahwa apa yang aku lakukan tidak lebih dari sekedar orang yang lari dari masalah dan mencapku sebagai orang yang tidak memiliki kecerdasan emosional. Tapi, di tengah masalah yang terjadi, dengan sangat jelas aku jadi mengetahui tentang kebenaran mengenai lingkungan pertumbuhan ini.
Setidaknya 2 kali Tuhan memberitahuku dengan cukup jelas. Yang pertama waktu aku kuliah MSDM (Manajemen SDM), dosenku (Pak Jangkung Karyantoro) berkata bahwa tiap orang memerlukan suatu kondisi lingkungan yang mendukung untuk ia dapat bertumbuh. Yang kedua waktu aku membaca buku dari John Maxwell yang berjudul “Make Today Count”. Ia mengatakan hal yang sama persis.
Artinya, sesuai dengan tujuannya masing-masing, tiap orang akan membutuhkan suatu lingkungan tertentu sehingga ia dapat bertumbuh dengan maksimal. Setiap lingkungan memiliki keunikan tersendiri. Ada yang keras, tapi ada juga lingkungan yang supportif. Semuanya tergantung keunikan kita masing-masing.Diriku sendiri seperti sebuah tanaman yang awalnya ditaruh di greenhouse, dan kemudian dicabut. Sepertinya Tuhan berkata, “Sudah cukup masa kenyamananmu, ini saatnya kamu berperang di tanahmu yang sebenarnya”. Dan, inilah aku, menjadi orang yang completely different, terutama cara berpikir. Memang, waktu proses pencabutan, sangat sakit rasanya. Bahkan selama 2 minggu aku hampir tidak bisa melakukan apa-apa, seperti orang yang linglung (teman-teman sering memanggilku lang ling lung, yang diambil dari cerita Donald Bebek).
Menurutku, kita tidak bisa menentukan lingkungan kita. Yang bisa kita lakukan adalah, yang pertama menjadi bertumbuh sesuai lingkungan kita. Saat kita bertumbuh menjadi cantik, kita akan bertemu dengan kesempatan-kesempatan baru. Itulah yang dinamakan menciptakan kesempatan. Artinya, daripada susah-susah ingin mengubah lingkungan kita, justru kita yang harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kita dan bertumbuh sesuai ciri-ciri keadaan lingkungan tersebut.
Namun, kita juga punya pilihan yang kedua, yang mungkin tidak dimiliki makhluk hidup lainnya. Yaitu memilih lingkungan kita sendiri. John Maxwell bahkan berkata bahwa jika ada suatu hal yang membuat kita merasa tidak nyaman, maka tinggalkanlah itu (ditulis dengan bahasaku sendiri). Carilah (bukan buatlah) suatu lingkungan yang supportif bagi pertumbuhan kita.
Menurutku, bukan aku sendiri yang mencari lingkunganku, tapi benar-benar ada campur tangan Tuhan. Karena, jika harus memilih, mungkin aku akan memilih untuk tinggal di lingkungan lamaku, karena sangat banyak orang yang aku kasihi di sana. Dan aku sangat bersyukur kepada Tuhan, bahwa ada suatu hal yang kelihatannya sangat buruk terjadi dalam hidupku, tapi ternyata semuanya membawa kebaikan.
Sama seperti sebuah periuk yang dirombak total oleh penjunannya (pengrajin tanah liat), demikian seluruh kehidupanku dirombak, termasuk karakter-karakterku, sehingga menjadi seseorang yang baru. Aku percaya bahwa apa yang aku alami sekarang adalah yang terbaik untukku. Saatnya menyongsong hari depan. Dengan tuntunan Tuhan, kita akan melakukan perkara-perkara besar!
(Gambar dari gadaa.com)





