Ini adalah bahan perenunganku akhir-akhir ini. Bayangkan, apa itu invisible man? Ada 1 film dengan judul demikian. Invisible man jika diartikan secara harafiah berarti orang yang tidak kelihatan. Namun yang ingin aku tekankan di sini adalah orang yang meskipun dia ada, tapi keberadaannya tidak dapat dirasakan orang lain. Apa maksudnya?
Sadar atau tidak sadar ada banyak orang seperti ini. Aku salah satu contohnya. Meskipun sejak dulu aku sudah pelayanan di gereja, sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, yang berarti seharusnya aku sudah bisa menjadi berkat bagi banyak orang, tetapi ternyata tidak demikian. Orang-orang seperti ini, mereka aktif di manapun. Mereka kenal banyak orang. Mereka memiliki banyak kelebihan. Mereka adalah orang-orang dengan talenta yang sangat tinggi. Tapi mengapa orang lain tidak bisa merasakan keberadaan mereka?
Keberadaan seperti apa maksudnya? Keberadaan ini berarti, dengan apapun yang kita lakukan, ternyata orang lain tidak terlalu peduli, orang lain tidak merasa berterima kasih, orang lain tidak merasakan dampak apapun dari apa yang kita lakukan. Sungguh ironis memang. Dan aku tidak sedang membicarakan tentang mengapa kita harus berdampak bagi orang lain. Silakan baca blog ku sebelumnya. Dengan membaca posting ini, aku menganggap bahwa kita semua sepaham bahwa hidup kita adalah untuk orang lain dan untuk memberkati orang lain. Sama seperti setiap pohon yang menghasilkan buah. Buah dari pohon tidak pernah berguna bagi dirinya sendiri. Ia akan dipetik dan dimakan oleh orang lain.
Mungkin kita adalah orang yang berkata, “I like to worship You, oh God!”,atau “Senangnya, habis pelayanan di gereja”. Tapi, benarkah kita sudah melakukan esensi yang sebenarnya dari sebuah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan? Penyembahan berarti mendedikasikan sepenuh hidup kita untuk menyenangkan Tuhan. Berarti kita memenuhi keinginan Tuhan. Apa keinginan Tuhan? Tidak lain adalah untuk kita berbuah. Berbuah berarti segala upaya yang kita lakukan untuk membuat orang lain memiliki pengenalan yang lebih baik kepada Tuhan.
Pertanyaan yang sama diajukan kepada setiap orang yang membaca posting ini. “Are you an invisible man?”. Sebuah refleksi yang bagus buat setiap kita yang merasa bahwa kita sudah melayani Tuhan dengan segenap hati kita, hidup kita, tenaga kita, otak kita. Apakah kita sudah berdampak bagi orang lain? Berdampak artinya benar-benar berdampak. Artinya, orang itu sangat berterima kasih karena kita ada. Jika belum, lupakanlah semua keinginan kita untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita cuma sedang membohongi diri kita sendiri.
Say it with your life. Selanjutnya aku akan membahas hal ini. Tapi, katakan sesuatu karena kamu sudah melakukannya. Katakan sesuatu dengan lebih kuat karena kamu sudah melakukannya. Dan, katakan hal itu dengan hidup kita, karena dampaknya akan lebih luar biasa. Selamat kembali kepada kehidupan jemaat mula-mula!





