Ada satu hal yang unik yang kita bisa pelajari dari kehidupan Yehezkiel. Dia adalah nabi yang hidup pada saat bangsa Israel dibuang ke Babel. Diperkirakan umurnya hampir sama dengan umur Daniel. Namun bedanya, saat Daniel ikut ke pembuangan di Babel saat berumur 17 tahun, Yehezkiel masih tinggal di Israel. Sampai akhirnya Yehezkiel ikut dibuang ke Babel, Daniel telah menjadi orang yang terkenal, berhasil, sukses menurut pandangan orang saat ini.
Tapi satu hal yang cukup mengherankan. Meskipun sama-sama dipakai Tuhan secara luar biasa, tetapi kehidupan Daniel dan Yehezkiel sangatlah berkebalikan. Daniel adalah seorang penasihat raja yang sangat dipercaya. Ia tentu hidup dalam kelimpahan seorang pejabat, meskipun ia tidak memiliki istri. Berbeda dengan Daniel, Yehezkiel hanyalah seorang buangan biasa, ia hidup di tepi sungai Kebar, memiliki istri dan anak.
Yang aku maksudkan di sini adalah, seringkali kita berpikir bahwa seorang yang dipakai Tuhan pastilah seorang yang berhasil, dimana keberhasilan sering diukur dengan ukuran uang, materi, kepandaian, ketenaran, dan sebagainya. Padahal, dari kehidupan kedua nabi Tuhan ini, ternyata Tuhan tidak memakai seseorang dengan melihat potensi yang dimiliki orang itu. Tapi, Tuhan memberikan potensi kepada seseorang sesuai dengan tempat atau panggilan yang telah Tuhan tetapkan atas hidup orang itu.
Bedanya adalah pada cara kita memandang setiap anugerah dan potensi yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jelas sekali sifatnya adalah untuk memperlengkapi. Semua yang ada dalam diri kita adalah perlengkapan kita. Tapi, jikapun kita tidak memiliki apapun, kita tetap bisa dipakai Tuhan secara luar biasa. Rahasianya hanya satu, yaitu taat.
Dahulu aku selalu diajarkan bahwa untuk dapat membantu orang lain, maka ia harus kaya. Tapi pada dasarnya, tidak semua orang ditakdirkan untuk kaya. Itu yang aku percayai, karena orang miskin akan selalu ada di antara kita. Tujuannya hanya satu, agar berkat yang Tuhan sudah berikan kepada kita dapat kita berikan kepada mereka. Begitu juga jika kita tidak terlalu berkelimpahan. Tuhan sudah tetapkan orang-orang untuk memberkati hidup kita. Jangan kuatir akan penghidupan kita, tetaplah teguh dan percaya, utamakan kerajaanNya! (Mat 6:33-34)
(Gambar dari dropshipsellers.com)







