Tiap orang menginginkan kebahagiaan. Namun, mengapa seringkali justru ketidakbahagiaan yang ia terima? Merasa tidak puas dengan hidup? Merasa hidup ini begitu melelahkan? Atau justru merasa hidup ini begitu membosankan?
Jawabannya bisa beragam, tetapi bisa disimpulkan. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena ada yang salah dengan definisi kita akan kebahagiaan. Dalam pikiran kita, seringkali kita memiliki gambaran yang ideal tentang hidup yang berbahagia. Kaya, berkeluarga, berkecukupan, memiliki pengaruh di mana-mana, terkenal, rupawan, dan sebagainya.
Namun, ternyata di balik semuanya itu, ada banyak hal dalam hidup kita yang tidak bisa kita ubah. Mungkin itu sebabnya orang begitu menyukai cerita-cerita tentang superhero (superman, batman, dan -man-man lainnya), serta berkhayal jika seandainya ia demikian. Namun, sekuat apapun kita, ada beberapa hal yang tetap tidak bisa kita ubah. Terkadang, ada orang yang sangat kaya, tetapi memiliki penyakit yang tidak dapat diobati.
Bukannya tidak boleh memiliki idealisme dalam hidup. Itu penting, bahkan kita harus tetap memilikinya sepanjang hidup kita, bukan hanya waktu muda saja, karena idealisme lah yang membuat kita tetap memiliki kekuatan untuk berjalan menuju mimpi kita. Idealisme seperti bahan bakar yang membuat kita tetap bergerak.
Namun selain idealis, kita tetap juga harus realistis. Artinya, kita menyadari juga apa yang terjadi dalam hidup kita. Karena hidup kita tidak diatur oleh diri kita sendiri (Rom 8:28). Ada kehendak Illahi yang turut campur tangan di dalam hidup kita. Dan, waktu kita tidak bersyukur, berarti kita sedang tidak menginginkan keberadaan Allah dalam hidup kita, alias memberontak.
Hidup seperti ini hanya akan membuat kita makin depresi. Hidup yang begitu unik ini bisa didefinisikan dengan 2 kata, yaitu sederhana dan menarik. Sederhana karena kita hidup pada hari ini, kesusahannya cukup untuk hari ini. Jika kita hidup pada masa lalu kita, atau untuk masa depan kita saja, kita akan jadi orang yang tidak seimbang. Hidup untuk hari ini membuat kita menjadi tidak takut namun tetap memiliki harapan atas apa yang akan terjadi. Menarik, karena hidup adalah sebuah kesempatan dan kepercayaan yang harus kita jalani dengan sepenuh hati. Karena hidup adalah anugerah Tuhan.
Karena itu, kita patut menerima keunikan hidup dengan segenap lapang hati. Tidak semua orang didesain untuk kaya, pandai, berkharisma, dan sebagainya. Doa ini dapat diucapkan oleh berbagai macam orang dalam berbagai macam kondisi. Semoga dengannya, mata kita dapat terbuka, bahwa hidup ini begitu indah!
(Gambar dari appleseeds.com)






