Jika kita melihat dalam kehidupan kita, ternyata ada sesuatu yang sangat unik namun mendasar. Bahwa, apapun yang kita lakukan, semuanya didasari oleh hati kita. Perbuatan baik, buruk atau apapun itu, semuanya didasari dari bagaimana hati kita bersikap. Hampir setiap hal yang kita lakukan dilandasi oleh keinginan hati kita.
Itulah mengapa sangat penting untuk memiliki sikap hati yang benar. Memang secara jasmaniah, hati bukanlah benda fisik, artinya benar-benar ada. Dapat dikatakan hati adalah kesadaran psikologis kita, dengan kata lain adalah nurani. Itulah mengapa kepanjangannya ialah ‘hati nurani’.
Karena hati adalah jendela yang menghubungkan kita dengan jiwa kita. — Myself
Semuanya diawali oleh hati. Karena keinginan kita pun didasarkan dari keinginan hati. Seseorang yang hati nuraninya sudah tumpul akhirnya mampu untuk berbuat kejahatan. Namun, aku percaya, tiap orang pasti memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik. Meskipun hasil akhirnya belum tentu demikian.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki sikap hati yang benar. Dalam bukunya, “Difference Maker”, John C. Maxwell mengatakan bahwa sikap bukan segalanya, tapi sikap adalah penentu. Jika kita ingin berhasil, maka kita harus memiliki sikap yang benar. Dengan kata lain, hati yang benar akan membawa kepada sikap yang benar. Sikap yang benar akan membawa kepada keputusan yang benar. Dan keputusan yang benar akan membawa kepada hasil yang benar.
Sangat penting bagi kita untuk menjaga hati kita, sehingga Amsal 4:23 mengatakan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Begitu juga pesan da’i yang sempat melejit, A’a Gym, yaitu “Jagalah hati!”
(Gambar dari wordpress.com)






