Saat kita pergi ke negara maju, salah satu yang saya lihat adalah Singapura, kita akan sesuatu yang berbeda dari yang ada di negara kita. Di sana semua serba teratur, rapi, taat hukum, modern dan menarik. Dua unsur yang terakhir adalah hal yang ingin aku bahas. Mungkin banyak orang lebih melihat dari unsur-unsur pertama, tentang ketaatan hukumnya, keteraturannya dan sebagainya. Tapi tidak banyak orang berpikir, mengapa Singapura bisa begitu menarik.Di sana wisatawan tidak hanya berasal dari Asia Tenggara sebagai negara tetangga (yang notabene masih kalah maju), tapi banyak juga dari Korea (Korea Selatan tentunya), Amerika Serikat, Perancis, dan sebagainya. Pertanyaannya, apakah yang ada di negara mereka kalah bagus dibanding di Singapura?
Saya rasa tidak. Bahkan jika kita menengok tentang potensi wisata di negara kita dibandingkan Singapura, sebenarnya di sana tidak ada apa-apa. Singapura tidak memiliki wisata alami sama sekali. Semuanya buatan. Tapi mengapa begitu menarik? Jawabannya terletak pada kemasan. Ya, Singapura adalah negara yang sangat pandai mengemas. Minuman yang seharusnya mungkin cuma seharga Rp. 2.500 di negara kita bisa menjadi Rp. 20.000 di sana. Alasannya adalah karena minuman itu dikemas dengan baik, sehingga nilai jualnya meningkat.
Aku sendiri baru melihat secara nyata dampak dari kemasan di sana, meskipun sudah tahu tentang kekuatan kemasan dari sebelumnya (karena di kampus tempat belajarku terdapat jurusan Desain Komunikasi Visual, yang salah satunya mendalami tentang kemasan). Herannya, kemasan tersebut tidak hanya berupa desain, tapi juga informasi. Ya, dua kata kunci tersebut adalah kekuatan Singapura. Jika anda berkeliling di Singapura menggunakan MRT (Mass Rapid Transit, misalnya) dan memiliki IQ di atas 100, tentunya anda tidak akan tersesat menuju tempat tujuan, karena semua informasi mengenai tempat tujuan sudah ada.
Negara kita adalah negara dengan potensi wisata alam, budaya, seni, historis, kuliner yang jauh lebih besar. Jika seandainya kita mampu mengemasnya dengan baik, maka tentu saja hanya dalam waktu 5-10 tahun kita sudah tidak akan menganggap Singapura apa-apa. Satu kata kunci terakhir tentang pembangunan yang sangat penting adalah keseriusan. Asal kita serius, kita pasti mampu.
(Gambar dari wordpress.com dan omjun.com)





