Apakah momentum itu?
Yoel 3:10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!”
Mikha 4:3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
Ada 1 hal yang cukup menarik tentang 2 ayat di atas. Mereka berkebalikan dan ternyata dari sini kita tahu bahwa apa yang disebut sebagai waktunya Tuhan adalah berbicara tentang momentum. Yoel 3 dan Mikha 4 dibuka dengan kata-kata,
Yoel 3:1 “Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem,”
Mikha 4:1 “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana,”
Berbicara tentang momentum, maka yang bisa kita lakukan adalah menunggu. Bahkan, aku cenderung akan mengatakan bahwa lebih baik menunggu momentum, daripada terburu-buru melakukan sesuatu. Karena pada waktu kita ‘berperang’ atau melakukan sesuatu sesuai dengan momentum Tuhan, maka bukan kekuatan kita yang bekerja, tetapi kekuatan Tuhan. Dan jika Tuhan sudah bekerja, tidak ada yang dapat menghalanginya. Hal ini dapat dijelaskan dari arti momentum dari wikipedia. Momentum yang besar akan membuat benda tersebut susah untuk dihentikan.
Momentum sebuah partikel dapat dipandang sebagai ukuran kesulitan untuk mendiamkan benda.
Ada banyak contoh yang bisa aku berikan dalam kehidupanku mengenai momentum ini, pada pekerjaanku, kuliahku, pelayananku, dan sebagainya. Itulah mengapa aku sangat mempercayai momentum. Tapi, momentum harus diimbangi dengan kesetiaan. Momentum selalu datang di waktu yang tidak terduga. Bisa cepat, bisa lambat. Apa yang bisa kita lakukan? Setia! Hanya dengan kesetiaan untuk terus berproses dan bertumbuh maka kita akan siap saat momentum itu datang. Mencintai apa yang kita lakukan dan mencintai perubahan adalah dua kata kunci untuk menyongsong momentum.
Love what you do, and do what you love, — NN
Karena kemenangan selalu datang waktu kita tidak menyerah. Dan kita tidak boleh menyerah karena kita tahu bahwa segala sesuatu ada masanya.
(Gambar dari wikipedia)