Seperti apakah model kehidupan yang benar dalam Kristus? Jika anda merasa atau pernah diberitahu bahwa saat anda percaya Yesus maka hidup anda akan hidup enak, aku pastikan bahwa hal itu salah.
“Bahwa aku tertindas itu baik buatku agar aku belajar ketetapanMu”
Itulah yang Raja Daud katakan dalam Mazmurnya. Ia memiliki pola pikir yang benar, bahwa kehidupan dalam Tuhan bukan berarti hidup yang enak. Ia tahu bahwa Tuhan bukan pawang masalah.
Justru di dalam Tuhan, satu hal yang jelas akan anda terima adalah masalah. Karena justru dengan masalah maka hidup anda akan diluruskan. Masalah lah yang akan membawa anda kepada kesuksesan. Mengapa? Karena tanpa masalah, tidak akan ada mujizat yang terjadi.
Ada banyak orang yang memiliki iman atau mental yang salah. Dalam kekristenan, berkat bukan berarti kenyamanan. Tuhan Yesus jelas berbicara, jika menginginkan ikan yang lebih banyak, bertolaklah ke tempat yang lebih dalam. Dan di laut yang lebih dalam, terdapat lebih banyak masalah.
Kekristenan bukan tempat untuk menghindar dari masalah. Justru dalam kekristenan, anda PASTI menemukan masalah. Justru jika anda tidak pernah mengalami masalah, ada hal yang salah dalam diri anda. Masalah membuat anda sadar bahwa anda masih hidup.
“Semakin sakit yang anda rasakan, semakin besar otot yang akan terbentuk”. Itu adalah prinsip yang pasti semua orang yang melakukan proses pembesaran otot mengerti. Masalah memang membuat anda sakit. Tapi masalah membuat otot rohani anda besar.
Masalah juga membuat setiap kita mengerti apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Dapat dikatakan, proses pembentukan Tuhan selalu dalam bentuk yang tidak jauh dari yang dinamakan dengan masalah.
Mencintai proses adalah kunci keberhasilan. Mencintai masalah membuat anda dapat bertahan lebih lama. Semakin lama anda bertahan dalam ‘kesakitan’ rohani itu, semakin kuat anda akan menjadi.
Bahkan apa yang Rasul Paulus banggakan pun bukan seberapa banyak jiwa yang ia menangkan, atau seberapa mahkota yang ia dapatkan. Justru ia berkata bahwa jikalau ia boleh berbangga, itu karena deraan, ancaman, kesakitan, siksaan, yang ia terima karena tugasnya.
Sayangnya begitu banyak orang yang tahu hal ini tetapi tetap takut untuk mengalaminya. “Biarlah cawan ini berlalu”, mungkin begitu doa yang paling populer saat ini. Sama seperti orang yang tahu bahwa di pekarangan rumahnya ada harta yang terpendam, tetapi tidak mau menggalinya.
Justru harta itu adalah masalah tersebut. Masalah adalah pintu mahkota yang akan kita terima. Tuhan Yesus berbicara bahwa hal kerajaan sorga seumpama orang yang menjual seluruh hartanya untu membeli barang yang berharga. Tapi berapa banyak kita justru tidak mau menerima harta itu. Amsal berkata, ” jangan berikan permatamu kepada babi”. Jadi siapakah kita? Warga kerajaan sorga atau babi?
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!





