Akhir-akhir ini aku merasa tangan Tuhan begitu nyata dalam hidupku. Ada banyak hal yang berubah. Dan hal tersebut adalah hal yang susah berubah dalam hidupku.
Dari kecil aku adalah orang yang sangat suka bersaing. Aku tidak pernah terima jika aku kalah. Aku tidak suka jika ada orang lain yang lebih dari aku. Apapun itu. Bisa bayangkan bagaimana hidupku? Aku paling tidak suka membuang waktu. Aku selalu takut jika sudah tua ternyata hidupku tidak berhasil.
Namun semuanya berubah. Tidak ada kejadian heboh, tidak ada mujizat. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Jika dulunya aku sangat keras dan susah menerima orang, sekarang tidak. Jika dulu aku susah bekerjasama dengan orang sekarang tidak. Dulu jika aku tidak suka berdebat karena aku takut kalah dan takut malu, sekarang tidak.
Sekarang aku bisa memiliki hati untuk orang lain, bisa untuk berdebat bukan karena menang atau kalah, tapi demi kebenaran. Dan toh jika pendapatku salah atau tidak diterima, aku tidak merasa jengkel. Keadaan seperti inilah yang dari dulu aku dambakan.
Seperti ada sumber sukacita dalam hidupku. Sepertinya masa depan bukan masalah berat lagi. Kesuksesan bukan lagi masalah siapa yang menang atau siapa yang kuat. Tapi siapa dirimu! Artinya apa kamu telah berfungsi seperti jati dirimu, asal dan tujuan kamu diciptakan.
Dan aku tidak peduli seberapa waktu yang telah atau akan aku buang. Sekarang aku mengerti mengapa Amsal berkata bahwa mendapat hikmat lebih daripada emas. Mengubah pola pikir jauh lebih berharga. Karena pola pikir adalah sesuatu yang sangat membatu. Keras! Tanpa campur tangan Tuhan hampir mustahil. Setidaknya demikian milikku.
Sekarang yang kunantikan adalah memiliki kebiasaan baru akibat pola pikir yang baru. Satu kunci yang untungnya aku miliki adalah “aku orang yang mau belajar”, tidak peduli seberapa harganya. Mungkin harganya adalah uang. Mungkin juga waktuku yang terbuang. Atau perasaanku. Kepuasan saat mendapatkan hikmat tersebut jauh melebihi apapun.
Dan dengan bangga sekarang aku mengatakan. Sekarang umurku seperempat abad. Dan aku tahu bahwa masa depanku sangat cerah, karena Tuhan, Dia Allah yang mempedulikanku dan tidak meninggalkanku. Dia tidak menyerah denganku! He is Jehova Shammah!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!






