Mungkin ini adalah salah satu pertanyaan terpenting yang dapat manusia tanyakan. Apakah hal terpenting dalam hidup ini?
Jika kita membaca Filipi 3, ada jawaban yang cukup unik yang bisa kita dapatkan. Di ayat 18, Rasul Paulus menekankan sesuatu yang sangat penting, bahkan ia mengatakannya sambil menangisinya. Ada banyak orang yang telah hidup sebagai seteru salib Kristus.
Siapakah mereka? (Ay 19) Yaitu orang yang mementingkan dirinya sendiri. Karena yang penting bagi mereka ialah perut mereka, dan pikiran mereka hanya tertuju pada perkara duniawi. Di sini jelas Rasul Paulus berkata bahwa orang yang mementingkan diri mereka sendiri tidak menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dengan menjadi seteru Kristus.
Mereka adalah orang-orang yang menganggap perkara-perkara duniawi sebagai sesuatu yang penting, sedangkan justru Rasul Paulus berkata, apa yang mereka cari telah dianggapnya sebagai sesuatu yang sia-sia, fana, tidak berarti (Ay 4-6).
Lalu apakah yang Rasul Paulus utamakan? (Ay 10) Yang ia kehendaki ialah pengenalan akan Kristus, kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya. Mengapa? (Ay 20-21) Karena kita juga mempunyai kewarganegaraan sorga yang berasal dari penebusan Kristus. Itulah mengapa setiap prioritas kita harus berubah (Ay 7-9).
Kita tidak melakukannya karena mengharapkan imbalan atau berkat. Tapi karena itulah jati diri kita. Jika kita tidak melakukannya, kita tidak akan menjadi diri kita yang sebenarnya. Dan percayalah, waktu itu terjadi, akan ada kekosongan yang kita rasakan dalam hidup. Mengutamakan hal yang utama akan membuat diri kita pula menjadi yang utama bagi Tuhan.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!






