Matius 25:1-13 adalah cerita klasik tentang 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Perumpamaan ini adalah bagian dari 3 perumpamaan yang Yesus ungkapkan berkaitan dengan akhir zaman. Uniknya, semua perumpamaan itu bercerita tentang waktu dan memaksimalkan waktu.
Perumpamaan pertama bercerita tentang musim (trend zaman) dan bagaimana kita harus mahir dalam menganalisanya. Perumpamaan kedua bercerita tentang berjaga-jaga. Perumpamaan ketiga bercerita tentang memaksimalkan potensi. Jika Yesus menceritakan tiga perumpamaan ini pada kotbahNya tentang akhir zaman, tentunya bukan sebuah kebetulan. Ketidakmampuan ini akan membuat kita tidak akan mampu berdiri tegak (bertanggung jawab) di depan Pencipta kita.
Banyak orang membayangkan bahwa berjaga-jaga adalah seperti seorang prajurit yang sedang berjaga di malam hari. Tidak salah memang, tetapi ada yang kurang lengkap. Versi Amplified mengungkapkan dengan lebih jelas tentang bagaimana kita seharusnya berjaga-jaga.
“Watch therefore [give strict attention and be cautious and active], for you know neither the day nor the hour when the Son of Man will come.”
Berjaga-jaga bukan hanya sekedar tidak tidur seperti yang mungkin banyak orang bayangkan dari permintaan Yesus kepada ketiga murid kesayanganNya. Ada tiga aspek yang perlu kita hidupi jika kita tidak ingin disebut teledor (tidak bertangung jawab) dalam hidup kita.
- Give strict attention berbicara tentang fokus terhadap tujuan (panggilan hidup) yang Tuhan taruh. Tentunya jika kita ingin fokus, maka kita terlebih dahulu harus tahu apa tujuannya. Fokus bukan berarti kita tidak boleh punya kesibukan lain. Tetapi kita mampu mengutamakannya dan memiliki strategi bagaimana untuk mencapainya, termasuk target-target jangka pendek bagi pencapaian yang harus kita capai. Pencapaian adalah bukti dari pertumbuhan hidup kita. Tanpa fokus, maka kita tidak akan bertumbuh.
- Be cautious berbicara tentang berhati-hati. Itulah mengapa kita harus menjaga hidup kita. Berhati-hati menjaga kebocoran terjadi dalam kehidupan kita. Kebocoran membuat hidup kita tidak maksimal.
- Active berbicara tentang sebuah kondisi yang wajib selalu dilakukan oleh kita. Berjaga-jaga bukan hanya sekedar berdiam di satu tempat memandang ke sekeliling dan melihat apakah ada serangan musuh. Tindakan kita yang hanya duduk diam juga dapat disebut tidak berjaga-jaga. Jika kita tidak berkarya (menjadi aktif) dalam hidup kita, maka kita juga sedang menyia-nyiakan hidup kita.
Tiga hal ini dapat diibaratkan sama seperti mengendarai sebuah mobil. Fokus berbicara tentang bahwa kita tahu ke mana arah tujuan kita sekaligus tahu jalan-jalan yang harus kita lalui. berhati-hati berbicara tentang bagaimana kita menguasai kendaraan kita. Banyak pengguna jalan yang makin hari makin tidak memperhatikan aspek ini, mulai dari penggunaan alat-alat keselamatan, tetapi juga berbicara tentang bagaimana cara kita mengendarainya. Apakah dengan cara menyetir yang tidak baik? Menjadi aktif sebenarnya adalah hal sederhana, sama seperti menginjak sebuah pedal gas. Tapi tanpa melakukannya, kita tidak akan pernah sampai pada tujuan. Dan tiga hal ini harus ada dalam hidup kita.
Banyak orang berkata bahwa dimensi ke-empat adalah waktu. Kita hidup pada ruang tiga dimensi, dimana kita berhak (bahkan memiliki kewajiban) untuk menguasainya (Kejadian 1:26). Tetapi kita tidak bisa menguasai waktu. Dan tujuan Allah menciptakan kita di dalam dimensi waktu adalah supaya kita mampu bertanggung jawab. Tanda orang tidak bertanggung jawab dengan waktunya adalah waktu orang itu menyesal.
Yang kita bisa lakukan dari hidup kita adalah tidak membuang kesempatan. Itulah mengapa persiapan adalah sebuah faktor kunci bagi kemenangan. Rasul Paulus berkata dalam 1 Korintus 9:27 bahwa ia melatih tubuhnya sedemikian rupa. Versi Message berkata bahwa ia melatih tubuhnya untuk tetap berada pada kondisi terbaiknya. Tiga faktor kunci tadi harus menjadi bagian dalam seluruh kehidupan kita, jika kita tidak ingin malu di hadapan Tuhan yang telah memberikan kita kepercayaan yang sangat besar.






