(Guest post by Gheeto T.W. / arahbola.org)
Nabi Yesaya memiliki 2 orang anak yang sepertinya dari 2 orang istri. Dari istri pertama yang sudah wafat, ia memiliki anak, Syear Yasyub yang artinya “yang tersisa akan kembali” karena raja Yehuda yang jahat, Ahas, lebih ingin berkoalisi dengan bangsa yang tak takut akan Tuhan; Asyur. Kerajaan Yehuda terkepung oleh saudara mereka, Israel yang berkoalisi dengan Aram. Secara logika, mereka dikepung dan butuh koalisi. Namun Yesaya menyatakan bahwa mereka lebih butuh Allah, dan sang nabi menyatakan suatu tanda dari Allah. Bukan tanda yang spektakuler dan megah yang memenuhi keinginan mereka. Namun tanda yang aneh, yaitu: “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yes 7:14). Ayat ini nantinya akan ditulis oleh Matius sebagai penggenapan janji Allah di dalam Kristus, sebagai peristiwa Natal.
Namun pada masa Yesaya, Allah juga telah memberikan “anak” itu sebagai suatu simbol bahwa di masa genting secara politik, militer & ekonomi, yang manusia butuhkan bukanlah pertolongan secara fisik, melainkan solusi bagi dosa mereka. Anak yang dijanjikan itu berasal dari istri kedua Yesaya, bernama Maher-Syalal Hash-Bas yang artinya “bersegeralah kepada rampasan itu barang jarahan sedang lari menjauh” sebagai simbol kehancuran karena raja Asyur akan menyerang dengan sadis pada Israel, Aram, dan koalisi mereka sendiri, Yehuda. Hancur. Dalam kehancuran itulah Imanuel, Allah beserta kita dinyatakan. Dalam dosa yang menggeliat, kehancuran yang di depan mata, Ia tak meninggalkan kita. Dalam situasi genting secara ekonomi, politik & militer, kita disuruh percaya pada bayi; aneh, bukan? Di masa kini, di masa Yesus lahir, juga di masa kehancuran Yehuda skitar 700-an SM. Jika Maher jadi simbol di masa lalu bagi Yehuda, Yesus menjadi pernyataan Allah bagi seluruh dunia bahwa di tengah pergumulannya, dunia ini lebih membutuhkan keselamatan, pengampunan dan penebusan dosa. Selamat Natal!





