(Guest post by Gheeto T.W. / arahbola.org)
Ephesians 5:16 making the best use of the time, because the days are evil. Efesus 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari- hari ini adalah jahat
Sistem penggunaan waktu kita bukan sekadar membagi, menambah atau mengalikan waktu. Itu adalah praktik kesehariannya. Namun prinsip utama penggunaan waktu adalah penebusan (redeeming). Kata “pergunakanlah” secara literal artinya “menebus”. Menebus; membayar hutang tanggungjawab kita pada Tuhan akan apa yang pernah kita rusak, apa yang belum, atau tidak pernah kita lakukan.
Hidup hanya satu kali, agenda memang diperlukan namun visi yang dari Tuhanlah pemandunya. Maka pergumulan untuk memahami pelayanan macam apa yang Ia percayakan melalui diri kita adalah jantung doa kita. Kita lahir orisinil, tapi banyak yang mati sebagai “orang lain”, karena kita tidak sedang menjadi diri sendiri di dalam kaitan dengan visi khusus yang Dia percayakan. Sering pula; profesi, karir, kesibukan, aktivitas kita anggap sebagai visi Ilahi. Di sinilah beda antara “bekerja” dan “melayani”. Kerja adalah tentang “what” di mana semut masih lebih rajin dari kita untuk soal kegiatan.
Tetapi “melayani” adalah tentang siapa; siapa yang kita layani dan kepada Siapa seluruh karya ini kita persembahkan. Bahkan, pendeta atau orang yang disebut “pelayanan” dan kegiatan “pelayanan” pun bisa saja tidak melayani karena sibuk beraktivitas, but serve no body! Terus, taunya gimana visi Tuhan dalam hidup kita? Gak tau, tanya aja sendiri ke Pencipta mu. Penebus kita telah menebus dosa. Dalam pertanggungjawaban kita atas karunia yang Ia beri, kita harus menebus–bukan menebus dosa, lho–waktu kita. Karena si jahat justru lebih rajin menjahati waktu. Tepok jidat sendiri ketika kita mendapati diri ini terlalu lemas, malas, atau tak memiliki orientasi melayani Penebus. Happy New Year!





