Kita mungkin sudah sering mendengar kalimat, “Menyembah dalam roh dan kebenaran”. Namun tidak sedikit dari kita yang masih tidak terlalu paham dengan maksudnya. Bahkan sebenarnya pertanyaan ini sudah berada cukup lama di pikiran saya. Namun mungkin ada beberapa hal yang dapat menjadi pencerahan bagi kita. Kalimat tersebut muncul sebagai bentuk kerinduan Allah tentang sebuah ibadah yang Dia inginkan, sekaligus sebuah nubuatan.
Yohanes 4: 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah- penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah- Nya dalam roh dan kebenaran.
Untuk mengerti maksud dari Yesus tentang kalimat tersebut, mungkin kita perlu melihat 3 kata kunci yang ada, yaitu:
- Menyembah. Kata menyembah dalam perjanjian baru menggunakan kata proskuneo yang digambarkan seperti seekor anjing yang menjilati kaki tuannya. Namun jika kita coba renungkan, sebenarnya menyembah berarti menaruh kepercayaan tertinggi kita kepada sesuatu atau seseorang. Kerinduan Tuhan adalah agar kita dapat mengenal Dia. Namun tidak akan ada pengenalan tanpa kepercayaan. Bahkan satu-satunya syarat untuk menerima anugerah keselamatan pun adalah percaya pada Yesus sebagai Juruselamat. Mengapa kita perlu menyembah Dia? Karena penyembahan sebenarnya adalah bentuk keintiman tertinggi yang dapat terjadi antara manusia dengan Tuhan. Dan satu bukti mutlak dari kepercayaan adalah ketaatan. Artinya, jika penyembahan adalah bentuk keintiman tertinggi, maka kepercayaan yang ada haruslah kepercayaan yang tertinggi, dan itu berarti kita memiliki ketaatan tertinggi kepada Tuhan. Penyembahan tidak semata pujian yang kita nyanyikan.
- Dalam Roh. Allah adalah Roh. Jadi kita hanya dapat berhubungan dengan Allah melalui roh kita. Coba bandingkan dengan Yohanes 16:13. Di sana Roh Kebenaran berbicara hanya akan berbicara dengan roh kita. Masalahnya, jika daging kita menguasai kehidupan kita, kita tidak akan mengenali Roh Kebenaran itu. Itulah mengapa kita tidak dapat menyembah dalam kedagingan kita.
- Dalam kebenaran. Kita adalah makhluk yang dibenarkan. Melalui pengorbanan Yesus menerima sebuah anugerah berupa status bahwa kita ini orang benar, sehingga tidak ada lagi dakwaan dan hukuman. Di mata Allah kita adalah sempurna tanpa cacat karena pengorbananNya.
Ibrani 12:23 dan kepada jemaat anak- anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna.
Roh kita telah menjadi sempurna di hadapan Allah waktu kita menerima anugerah keselamatan itu. Menyembah dalam kebenaran berarti bahwa hanya orang-orang yang percaya kepada Yesus saja yang mampu menyembah dan memiliki hubungan erat dengan Allah.
Kita adalah orang benar karena penebusanNya. Status kita didapatkan secara cuma-cuma. Nanun orang benar memiliki ciri-ciri tertentu. Kata ‘orang benar’ berasal dari kata Yunani dikaioo yang berarti just men, righteous, observing divine law, keeping commands of God, innocent, faultless, man of integrity. Orang yang dibenarkan oleh Allah dari tiap kesalahannya, seharusnya juga melakukan kebenaran-kebenaran dalam hidupnya. Ia tidak akan menyia-nyiakan karunia yang begitu besar tersebut.
(Gambar dari fcbcb.com)






Pasang Surut Kehidupan Penyembahan « The Leipzic Way
[…] Allah itu roh dan Dia ingin kita menyembahNya dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23). Saya belajar untuk tidak mengukur kehidupan penyembahan saya dengan parameter jasmani. Misalnya […]