Kita semua tahu bahwa Allah menciptakan manusia secara berbeda. Secara mendasar manusia diciptakan laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh lawan jenisnya. Hal ini membuat sebagian besar manusia merasa membutuhkan pasangan untuk melengkapi jati diri mereka. Tidak ada yang salah dengan semua fakta berikut. Namun, berikut adalah tujuh alasan yang salah jika seorang manusia mencoba berpasangan.
- Merasa kesepian.
- Ingin melupakan seseorang.
- Ingin melarikan diri dari masalah.
- Kuatir akan masa depan.
- Ditaklukkan oleh nafsu.
- Merasa perlu untuk dicintai.
- Sedang terluka.
(Diambil dari Seminar “How To Choose My Soulmate”)
Mengapa hal itu menjadi salah? Ada beberapa faktor yang dapat saya sebutkan. Pertama, manusia memang diciptakan untuk memiliki perasaan. Hal itu karena Allah ingin agar manusia dapat merasakan kasihNya. Tanpa perasaan, maka manusia tidak ubahnya seperti sebuah robot dan ia tidak mungkin dapat merasakan kasih Allah. Dengan kata lain, sebenarnya perasaan adalah sebuah alat Illahi. Perasaan juga yang membuat manusia dapat mengasihi sesamanya. Namun, perasaan juga membuat manusia membutuhkan kasih. Tanpa merasakan kasih, manusia tidak akan pernah menjadi makhluk yang utuh.
Bahkan sebenarnya, kasih dapat mempercepat proses kedewasaan (karakter, mental, psikologi dan sebagainya, bukan fisik) seorang manusia. Seseorang yang berada dalam keluarga yang mengasihi secara benar, maka ia akan cenderung mampu untuk menjadi pribadi yang dewasa lebih cepat dibanding dengan orang yang berada pada lingkungan keluarga yang tidak mengasihi secara benar, yang termasuk di dalamnya keluarga broken home atau keluarga yang over protective atau otoriter. Oleh karena itu, sebenarnya kebebasan adalah sebuah kunci utama yang harus ada di dalam sebuah kasih. Manusia yang tidak mendapatkan kasih secara cukup akan cenderung mencari kasih di tempat yang lain. Itulah mengapa, sangat berbahaya waktu seseorang mencoba berpasangan saat ia masih berada pada tujuh kondisi di atas.
Kedua, kasih seharusnya memiliki fokus untuk memberi bukan menerima. Yohanes 3:16 berkata bahwa begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal. Kasih selalu berakibat pada sebuah pengorbanan. Namun, kasih yang hanya didasari oleh perasaan membuat kita tidak mampu untuk mengasihi dengan benar. Oleh karena itu, sebelum seseorang mencoba untuk berpasangan, sangat disarankan agar ia terlebih dahulu memiliki kedewasaan secara mental dan karakter serta mengerti arti dan esensi dari kasih.
Tanpa itu, maka manusia akan mengasihi secara egois. Yaitu kasih yang menuntut, padahal kasih seharusnya justru membawa dampak berupa kebebasan bagi orang yang kita kasihi. Karena Allah mengasihi manusia, manusia bebas dari dosa. Padahal dengan korbanNya di atas kayu salib, manusia tetap saja melakukan perbuatan dosa. Tetapi kasih Allah telah membuatnya terbebas dari dosa, yaitu dosa yang membawa kepada maut.
Kasih Allah juga membebaskan manusia apakah ia ingin membalas kasih Allah atau mempergunakan keselamatannya untuk terus bebas melakuan apa yang ia sukai. Allah memiliki kasih yang tidak terbayangkan. Dengan memiliki pemikiran ini, maka kita dapat merenungkan setiap jenis kasih yang saat ini terjadi dalam setiap hubungan kita. Tidak ada hubungan yang dapat terjalin tanpa adanya kasih. Permusuhan bukanlah sebuah hubungan. Dan Allah sangat mencintai hubungan. Ia yang telah membangun hubungan dengan manusia tidak rela hubungan tersebut rusak. Allah bukanlah pribadi dengan tipe yang lebih rela untuk membinasakan manusia dan menciptakan makhluk yang baru untuk menciptakan dunia utopia yang Dia mau.
Ia adalah pribadi yang berkomitmen terhadap setiap hubungan yang telah Ia bangun. Bagaimanakah kita? Benarkah bahwa setiap kali kita membangun hubungan dan kita menuntut agar orang tersebut mengikuti kehendak kita membuat hubungan tersebut rusak? Banyak kesaksian yang menyatakan bahwa justru saat kita membebaskan pasangan kita dari setiap tuntutan kita, di saat itu pula ia makin mengikatkan diri kepada kita (menempel) dan tidak ingin lepas.






Alibi saya ada 2. Tapi tidak ada diantara 7 Alibi diatas. Berarti Alibi saya benar. XD