8 Comments

  1. […] Bahkan seluruh Alkitab sebenarnya merupakan penjabaran visi hidup kita. Dalam blog saya sebelumnya, Buah PengetahuanYang Baik dan Jahat dijelaskan mengapa Allah tidak ingin agar manusia memakan buah tersebut, yaitu karena begitu manusia […]

  2. Joseph.

    Shalom Bro… 🙂

    menarik sekali bahasannya. saya diberkatin bgt… dan ternyata baru nyadar juga tentang ayat ini:

    Kejadian 2:17
    Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon PENGETAHUAN tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau MATI.”

    Luar biasa Tuhan kita, disini DIA simpulkan makna IMAN yang sejati bagi semua orang percaya;

    “ketika manusia mengandalkan “pengetahuannya” dan tidak mengandalkan Tuhan, sebenarnya manusia tersebut telah “mati”… alias, sebenarnya ia tidak beriman dengan benar.

    hal ini sejalan dengan Yeremia 17:5

    (5) Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (TB)

    (5) TUHAN berkata, “Apabila orang meninggalkan Aku, Tuhannya, dan berharap kepada manusia serta bersandar pada kekuatannya, maka Aku akan menghukum dia. (BISH)

    Wow… Tuhan Yesus Luar biasa!. konsep Iman yang benar ternyata telah ada semenjak penciptaan.

    oiya saya ijin copy gambar buah diatasya Bro…

    Thx, God Bless U’… (^___^)

  3. Shallom bro. Thanks buat commentnya. Iya, setuju banget karena Tuhan kita adalah pribadi yang tidak pernah berubah. RencanaNya sudah ada sejak awal dan tidak pernah berubah.

    Thanks juga buat tambahannya. Saya setuju banget.

    Silakan diambil bro, saya juga ambil dari tempat lain.

    God bless you!

  4. noname

    ‘Tidak ada yang baik dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Saat kita mengetahui yang jahat, kita akan menjadi pribadi yang merusak. Saat mengetahui apa yang baik, kita akan secara otomatis, lambat laun terpisah dari Allah. Karena dengan mengetahui apa yang baik, kesuksesan yang ingin kita capai bukanlah kesuksesan versi Allah, tetapi versi kita.’

    Yang ingin saya tanyakan kalau begitu bagaimana dengan orang2 yang mengetahui kebaikan didunia ini?? dengan begitu lambat laun ia akan jauh dari Allah??. lalu sama juga dengan orang yang mengetahui kejahatan kita akan mejadi pribadi yang merusak. jadi untuk apalagi kita hidup didunia ini?
    jika yang kita lakukan maupun baik dan jahat kita tidak akan dekat dengan Allah?

  5. Imanuel Wirawan

    Dosa tetaplah dosa, Allah menciptakan pohon itu menurut saya adalah untuk manusia, ketika manusia sudah siap dan mau dituntun dengan cara Allah menuju kepada kebenaran, dan sayangnya oleh krn keinginan manusia ingin menjadi seperti Allah, akhirnya manusia memutuskan kebenaran itu dengan caranya sendiri. Sebenarnya kalau manusia itu mengakui kesalahannya kepada Tuhan dan memohon kasih karunia Allah, saya percaya Tuhan yg setia dan adil akan mengampuni pelanggaran akan dosa manusia, sebab Dia tau apa kita dan Dialah yg menciptakan kita dengan dasar kehendakNya yg sempurna, namun kesalahan manusia yg membuatnya jatuh adalah ketika tidak mau mengakui dosa dihadapan Allah dan mencari kambing hitam atas pelanggarannya, manusia merasa tau tentang apa yg baik dan yang jahat sehingga memutuskan segala sesuatu dengan caranya sendiri dan merasa tidak membutuhkan cara Allah. Itulah roh antikris, di mana 666 adalah bilangan manusia yg menggambarkan kesombongan manusia, krn manusia diciptakan pada hari yang ke-6, ketika manusia menganggap bahwa bapaNya adalah dirinya, dan penebusnya adalah dirinya dan penolongnya adalah dirinya, maka manusia telah memiliki roh antikris.

    Ini adalah sudut pandang saya dan pemahaman saya saat saya membaca kitab kejadian dan Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *