Sebagian besar kita lupa bahwa setelah kita diselamatkan, ada sesuatu yang harus dilakukan. Hal ini membuat perjalanan kehidupan kita serasa tidak terlalu berarti. Setelah kita diselamatkan, ada perjuangan yang harus dilakukan! Itulah mengapa kita tetap ditempatkan di bumi, karena ada sesuatu yang harus kita kerjakan.
Untuk itu, kita harus memiliki dasar dalam kehidupan. Yesus berkata, bahwa hanya orang yang memiliki dasar yang kuat yang mampu tetap bertahan dari badai. Dan dasar kita hanyalah Kristus! Setiap hal yang kita lakukan harus didorong oleh Kristus. Setiap hal yang kita lakukan harus didasari oleh keinginan untuk melaksanakan keinginanNya, sebab kita telah ditebus dan kita sekarang adalah hambaNya. Itulah mengapa Kristus disebut ‘batu penjuru’.
1 Petrus 2:6, Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”
Kristus juga disebut sebagai ‘pokok anggur’. Tanpa melekat dan memiliki pondasi kepada Kristus maka kehidupan kita akan seperti zombie, sepertinya hidup padahal tidak. Sepertinya kita ada, tetapi tidak ada sesuatu hal yang kita kerjakan. Pantaslah ‘pengkhotbah’ mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan di bawah matahari adalah sia-sia. Tanpa melekat pada Sumber hidup kita, maka kita tidak akan memiliki kehidupan yang benar. Tanpa memiliki pondasi yang kuat, maka kita hidup kita tidak akan kokoh, bertumbuh dan produktif (membuahkan hasil). Pantaslah kekeringan melanda kehidupan kita.
Yohanes 15 berkata waktu kita tinggal di dalam Allah, kita akan berbuah, tidak kering, tidak dibuang, akan tetap menjadi kuat (tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa), berhasil (minta apapun pasti diberi) serta mempermuliakan Tuhan. Bagaimana supaya kita bisa melekat? Hanya satu caranya, yaitu menuruti perintahNya! Perintah yang mana? Yohanes 15:12 berkata,
“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. “
Kasih adalah Allah sendiri (1 Yohanes 4:8). Dan inti dari seluruh hukum Taurat pun berbicara tentang kasih (Mat 22:37-40). Hanya dengan menjalankan satu hukum ini saja maka kita akan secara otomatis menjalankan seluruh FirmanNya. Blog selanjutnya akan membahas hal ini. Akhirnya, orang yang bertemu dan mengalami pribadi Tuhan akan tidak sabar untuk menceritakan apa yang telah Tuhan perbuat dalam hidupnya (Yoh 15:27). Tiap orang punya daerah kekuasaan (baca: kehidupan pribadi dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya) yang harus mereka taklukkan. Tidak ada cara untuk melakukannya selain dengan mengasihi.






Kasih Adalah Pondasinya « The Leipzic Way
[…] Pada blog sebelumnya dibahas tentang kasih sebagai pondasi kehidupan kita. Maka sebenarnya jika kita telaah kehidupan kita lebih jauh secara jernih, maka kita akan mendapati bahwa segala hal yang kita lakukan yang akan memicu Firman Allah terjadi dalam hidup kita memiliki satu kaitan yang sama dengan kasih. Saat kita mengerti esensi kasih, yaitu ‘menghadirkan segala yang terbaik dalam hidup orang lain‘ maka dapat dipastikan sebenarnya kita sudah memicu segala janji Allah terjadi dalam hidup kita. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus kita mengerti tentang kasih. […]