Dalam hidup kita, ada banyak hal yang membuat kita merasa seakan kita sedang berhadapan dengan tembok tebal semacam The Great Wall. Tembok itu serasa menghalangi kita kemanapun kita melangkah dan bagaimanapun kita berusaha. Mau berjalan menyamping, tapi kelihatannya, setidaknya perlu berjalan ribuan mil untuk bisa mengitarinya. Mau memanjat, rasanya membutuhkan tali lebih dari 100 meter. Mau menerobos, tapi jelas tembok itu terlalu tebal untuk ditabrak.
Seringkali kita melihat itu sebagai an impossible way untuk mencapai apa yang ada dibaliknya. Namun, justru karena kita seringkali menangkap sesuatu dengan melihat, kita tidak dapat melakukan perkara-perkara yang dahsyat. Karena seharusnya halangan, rintangan apapun, itu diciptakan untuk menjadi batu pijakan bagi kita untuk mencapai tahap selanjutnya dalam kehidupan kita. Bayangkan, kalo batu pijakan kita sebesar Great Wall… Wah, pasti selanjutnya yang ada dihadapan kita adalah sebuah pemandangan indah yang Tuhan janjikan kepada kita untuk kita raih..
Namun, perlu perjuangan keras untuk mencapai hal itu. Tidak peduli seberapa besar halangan dan rintangan dalam kehidupan kita, kita harus bisa untuk melewatinya. Bayangkan, jika Edison berhenti pada percobaan ke 99999, maka tidak akan ada bola lampu di dunia. Jika Wright bersaudara berhenti dan menyerah, kita tidak akan pernah merasakan pengalaman terbang.. Jika kita berhenti untuk mencoba, kita tidak akan pernah merasakan kenikmatan dan kebahagiaan dari kesuksesan yang kita raih..
Tuhan adalah Allah yang adil. Dia tidak akan sekedar memberikan kebahagiaan yang ada pada akhir perjalanan kita. Di setiap kali kita berhasil mengalahkan setiap cobaan dan rintangan yang ada di depan kita, Tuhan berjanji bahwa kita juga akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara, sepertinya kita sudah mengalahkan dunia (padahal masih banyak hal yang belum kita lakukan dan harus kita lakukan untuk mencapai kesuksesan yang sebenarnya).
Kesuksesan selalu datang setelah pencobaan. Tuhan Yesus sukses untuk mempertahankan diriNya dari pencobaan iblis. Oleh karena itu juga, dalam hidup kita, sepertinya kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya pencobaan. Hal ini bukan karena Allah itu pengangguran. Tapi, sebenarnya, Allah sedang memperbesar kapasitas kita. Kapasitas untuk menerima berkatNya, tapi juga kapasitas untuk menerima pencobaan yang lebih besar. Dengan semakin besarnya pencobaan yang kita alami, semakin besar juga kapasitas yang akan diperbesar. Semakin besar kapasitas kita, maka semakin besar juga pencobaan yang akan kita alami. Dengan kata lain, tidak ada kata berhenti. Jadi jangan pernah mencoba untuk berhenti.
Dengan semakin besarnya kapasitas kita, berarti juga berkat dan kepercayaan yang akan kita terima juga semakin besar! Jangan pernah menyerah untuk menerima kepercayaan dari Tuhan. Karena pada akhirnya, kita akan memperoleh mahkota kita! Selamat berjuang!
(taken from my primitive blog at friendster, 12-07-2006 at 06:18 PM)





