Pernahkah anda merasa bahwa hidup kita seperti hidup dalam sebuah penjara? Penjara adalah sesuatu yang mengurung orang, sesuatu yang membuat orang tidak bisa lepas. Secara fisik, ini bisa berupa masalah, misalnya ekonomi, keluarga atau juga dosa.
Aku mengalaminya. Serasa tidak bisa lepas dan sepertinya kita memang terlahir untuk berada di dalamnya. Serasa tidak ada jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Serasa kita menghadapi tembok tebal untuk keluar dari dalamnya.
Tapi, tahukah kita, bahwa sebenarnya pintu penjara tersebut terbuka?
YA! Yesus Kristuslah yang membuka pintu penjara tersebut. Melalui pengorbananNya di atas kayu salib, dia telah mematahkan setiap kuk perhambaan dan melepaskan kita dari semua dosa dan kutuk.
Namun, masalahnya, kenapa kita masih serasa tinggal dalam penjara? Jawabannya adalah karena kita masih melihat ke arah yang salah. Mungkin kita masih belum sadar dari tidur kita, mungkin kita masih memejamkan mata kita, atau melihat ke sisi penjara yang salah. Yang harus kita lakukan adalah melihat ke sisi penjara tempat pintu tersebut berada.
Ya, itu berarti kita harus memiliki pengharapan, yaitu pengharapan yang Tuhan Yesus berikan, yaitu saat Dia membuka pintu penjara kita, maka Dia sendiri memanggil kita untuk melihat kepada pengharapan tersebut.
Banyak orang sepertinya hidup dalam sebuah penjara, padahal seharusnya adalah orang yang bebas!
“Mulailah melihat kepada pengharapan dari Tuhan dan kerjakanlah keselamatan yang telah Dia berikan!”
(taken from my primitive blog at friendster, 01-24-2008 at 05:55 AM)






