Bagi seorang pelari, pekerjaan yang harus dilakukan adalah berlari… Bagi seorang prajurit tentu berperang dan berjaga-jaga… Bagi seorang petani, tentu dia harus menanam, menyirami dan sebagainya…
Tapi bagaimana seandainya pekerjaan itu dilakukan terus menerus tanpa berhenti? Tentu jawabannya cuma 1. CAPEK!!!!
Bener banget… Dan itulah yang aku rasakan dalam kehidupanku akhir-akhir ini… Terlepas dari teman-teman komunitas yang lain, secara sadar aku akui kalo aku sangat capek dengan segala rutinitas dan masalah yang aku hadapi… Bahkan akhir-akhir ini masalah dateng dengan begitu banyak, mulai ekonomi sampai orang lain yang punya anggapan jelek…
Dan semuanya itu mulai membuat aku merasa begitu boring (lihat post ku sebelumnya)…
Dengan semua paradigma yang aku dapatkan, itu membuat aku secara tidak sadar hanya bekerja dengan keras, dari bangun tidur sampe tidur lagi… Aku masih berdoa, sapa bilang aku tidak berdoa dan baca Firman Tuhan… Tapi doa yang aku lakukan adalah doa untuk minta pertolongan Tuhan dalam tiap hal yang aku lakukan.. “Tuhan aku mau melayani Engkau, tolong buat setiap yang aku lakukan berhasil agar namaMu dipermuliakan dalam kehidupanku”, itu doaku… Kelihatannya begitu baik. Dan bukannya tanpa bekerja… Ora et labora telah aku lakukan dengan sepenuhnya… Dan aku juga masih mempertahankan kehidupan keradikalanku…
Tapi apa yan aku dapat? CAPEK!!! Capek banget… Sampai kemarin aku disadarkan oleh kotbah pembimbing ku!Ternyata kondisi yang aku alami juga dialami oleh sebagian besar saudara komunitasku…
N, kotbah tersebut begitu menempelak aku… Aku telah lupa dengan begitu banyak ayat yang Tuhan berikan kepadaku…
Hos 6:6 mengatakan “Aku lebih menyukai kesetiaan dari pada korban sembelihan dan pengenalan akan Aku dari pada korban bakaran”
Yesaya 30:16 ” kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.”
Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Martha… Dan Tuhan mengatakan bahwa Maria telah melakukan perbuatan yang paling baik, yaitu dengan duduk dibawah kaki Yesus dan mendengarkan segala yang Dia katakan…
Ayat yang sebenarnya begitu aku kenal dan aku ngerti sejak dulu… Tapi dengan paradigma yang baru ini, itu membuat aku melupakan tentang bagian terbaik yang seharusnya aku lakukan…
Inget, Firman Tuhan berkata “Apa yang menghalangi kita untuk mendapatkan yang terbaik bukanlah apa yang buruk, tapi justru apa yang baik”. Dan itulah yang terjadi dengan hidupku… Begitu menggebu-gebu untuk mencapai visi yang Tuhan tanamkan, aku sadar bahwa visi yang Tuhan taruh itu begitu besar dalam kehidupanku.. Dan aku tahu, aku harus berlari begitu kencang untuk mencapai visiku tersebut…
Maka kehidupan doaku pun dilalui dengan kegiatan untuk mencapai visiku tersebut… Doaku hanya meminta dan meminta… Hanya keluh kesah dan pergumulan tentang bagaimana aku memperbesar kapasitasku… Itu bukanlah hal yang buruk… Itu adalah hal yang baik…
Tapi itu menghalangi aku untuk mendapatkan yang terbaik, yaitu pengenalan akan Tuhan… Menghalangi aku untuk merenungkan Firman Tuhan dengan maksimal, dan tentu saja membuat segala semangat dan kekuatanku makin lama makin hilang…
Padahal di dalam Tuhan, ada kekuatan yang baru, dan kita akan mendapatkan semangat yang baru… Di dalam Tuhan, kita akan selalu mendapatkan perlindungan, dan saat kita beristirahat dalam hadirat Tuhan, itu akan memberikan berkat kepada kita…
Dan semuanya itu aku lupakan… Padahal ada 1 ayat yang berkata “Yang satu harus dikerjakan, namun yang lain tidak boleh dilupakan…”
Terus bagaimana?
Nah, sekarang, harus berubah. Visinya sama, dan tetap harus dicapai. Yang berbeda adalah strateginya… Kalau dulu pake kekuatan sendiri, semuanya dipikir dengan otak dan dicari jalan keluarnya… Sekarang, yang pertama kali harus dilakukan adalah mencari Tuhan dan duduk di bawah kakiNya…
Terus bagaimana dengan visi kita? Apa bisa tercapai kalo kita nyantai-nyantai!!!
Tenang, Mazmur 110:1 berkata
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”
Artinya apa yang aktif bukan kita lagi, tapi Tuhan. Tuhan yang berperang, dan Dia akan meratakan segala jalan di depan kita… Dia yang akan membuat semua musuh-musuh kita menjadi tumpuan kaki kita…
Enak bukan? Dan itu yang mau aku lakukan semenjak sekarang…
Won’t you do that? It’s the best part of your life that you can get!!!
WHY NOT??!??!?
(taken from my primitive blog at friendster, 02-10-2007 at 01:15 AM)






