Roma 1:17 “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “orang benar akan hidup oleh iman””
Sering kali, saat kita mengerti sebuah kebenaran, kita akan memberikan apapun yang kita miliki untuk membeli kebenaran ini. Sama seperti perumpamaan tentang mutiara, yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Namun, sering kali, saat kita sudah mendapatkan mutiara ini (kebenaran ini) kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya.
Kebenaran (mutiara) yang dimaksudkan adalah Visi dari Tuhan bagi tiap pribadi. Masing-masing orang memiliki jalan sendiri-sendiri untuk mencapai visi ini, tapi visi yang diberikan Tuhan bagi tiap orang adalah sama (baca Mat 28:19-20)
Saat kita memiliki Visi yang Tuhan berikan, kita telah menerima karunia Allah. Namun, tidak semua bisa menerima karunia Allah ini.
1 Kor 2:9-16 “Tetapi seperti ada tertulis: “apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia: senmua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusi sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang emmpunyai Roh, kami berkata-kata tentang karuna-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang terasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiritidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia”. Tetapi kami memiliki pikiran Kristus”.
Hal ini bukan hanya berbicara tentang orang-orang jahat yang tidak mengenal visi. Namun juga buat kita yang mengerti visi namun mulai kehilangan pegangan, kehilangan arah, kehilangan kekuatan untuk selalu berusaha mencapai visi.
Visi kita adalah untuk memperluas kerajaan Allah di muka bumi. Namun, saat kita tidak mulai mencampurkan visi dengan perasaan, kita akan mulai kehilangan visi ini, kebenaran ini, mutiara ini.
Mat 18:18 mengatakan bahwa apa yang kita ikat di bumi akan terikat di surga, dan apa yang kita lepaskan di bumi akan terlepas di surga.
Ada 2 hal bisa kita lakukan untuk mencapai visi kita, yaitu kita memenuhi pikiran kita dengan Kristus, yang kedua adalah kita selalu berperang dan menang. Sebab, sama seperti kerajaan-kerajaan dunia yang memperluas kerajaannya dengan berperang, kerajaan Allah juga. Kita sebagai duta besar kerajaan Allah harus selalu berperang, melawan penguasa-penguasa dunia ini, yang telah dikalahkan oleh Tuhan Yesus.
Jika kita tidak melakukan peperangan ini, kita tidak akan pernah bisa untuk memperbesar kerajaan Allah, dan kita tidak akan bisa mencapai tujuan hidup kita.
Kita hanya bisa menghadirkan kerajaan Allah di muka bumi dengan beroperasi sesuai dengan cara kerja Allah. Salah satunya adalah Allah tidak pernah dikontaminasi oleh keadaan. Keadaan berbicara tentang keadaan sekitar kita, juga keadaan dalam kita. Salah satunya adalah perasaan kita.
Saat kita dikendalikan oleh keadaan, mata kita akan kabur, kita tidak akan bisa terfokus untuk mencapai visi kita.
Allah menjadikan kita sebagai orang yang besar! Kita memiliki benih kejayaan, the Seed of Greatness. Kita memiliki kemampuan untuk mengubah dan menguasai keadaan. Dan kita juga memiliki tugas untuk menyelesaikan segala perintah Allah dengan cara dan kekuatan Allah.
Orang-orang duniawi akan menganggap hal ini, visi ini dan setiap paradigma ini sebagai sebuah kebodohan, namun bagi orang-orang yang mendapatkan kasih karunia Allah maka kita akan mampu untuk mengerti hal ini.
Allah bekerja dengan Firman, bukan dengan alat. Begitu juga dengan kita. Saat kita mau untuk mengerjakan segala sesuatu dengan cara kerajaan Allah, maka kita harus mengerti tentang Firman, dan kita harus mengucapkan hal ini.
Mazmur 1 berkata “berbahagialah orang yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam, segala sesuatu yang ia lakukan pasti berhasil, dst”. Saat kita merenungkan firman Tuhan, maka kita sedang membangkitkan the Seed of Greatness dalam hidup kita. Yang kedua adalah dengan perintah! Saat kita mengucapkan firman Tuhan, kita sedang mengucapkan perintah. Kita harus memerintahkan, karena itulah paradigma kerajaan Allah.
Jangan sibuk dengan apa yang ada di depan kita, proyek, pekerjaan, talenta kita. Tapi di tengan segala kesibukan kita, kita harus selalu mengucapkan firman! Karena itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai duta besar kerajaan Allah. Maka semuanya pasti terjadi.
Galatia 2:20 “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.”
Kita hidup di dalam iman, dan kita hidup oleh karena iman. Iman timbul oleh pendengaran akan firman Tuhan. Tuhan telah memberikan kuasa untuk membalikkan keadaan yang ada di sekitar kita. Hanya dengan iman kepada Tuhan, maka kita akan bisa untuk membalikkan keadaan di sekeliling kita.
Beroperasilah sesuai dengan Allah. PERINTAHKAN!
Caranya?
Yoh 1:12 “Tetapi semua orang yang menerimanya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah”. Ini janji yang Allah berikan! Kita mesti menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah. Saat kita menyadari status kita, maka kita bisa hidup dengan “kuasa”. Allah telah mendeklarasikan kita sebagai anakNya! Karena sering kali kita hanya tahu bahwa kita adalah anak-anak Allah, namun esensi ini tidak meresap dalam roh kita. Tuhan telah memberikan kuasa sebagai anak-anak Allah tersebut sebagai sesuatu yang kongkrit. Dalam mat 18:18, Allah memberikan kuasa untuk mengikat dan melepaskan. Tinggal bagaimana kita melakukannya secara teknis dalam kehidupan kita!
Segala aspek kehidupan kita, harus kita lakukan prinsip kerajaan Allah ini.
(taken from my primitive blog at friendster, 04-20-2007 at 06:10 AM)






